Latest news

Insya Allah kita akan mengadakan Reuni Akbar di tahun 2009. Jangan sampai ketinggalan acara yg akan HEBOH itu dg mendaftar pada : Dora 085214812345, Etty 081321298399, Wiwied 081227371071 dan Faiz 081231179505.

Renungan Jumat: Menyambut Ramadan

Jumat, 15 Agustus 2008

Para tretan sadejè Rohimakumullah.

Tidak lama lagi, badan kaulè kalaben panjènengan kabi kepanggi pole kalean bulan si lebih muljah dari sebuh bulan. Amiiin.

(waduh... susahnya berbahasa madura, sudah lupa :) )

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita diasah menjadi pribadi yang sempurna. Pribadi yang tidak hanya mampu mendekatkan diri kepada Tuhan Ya Rabbul Alamin, tetapi yang lebih penting dari itu adalah menjadi pribadi-pribadi yang mampu mencerminkan sifat-sifat Tuhan kedalam prilaku dan tindak-tanduk sehari-hari. Yakni prilaku yang Kasih kepada sesama, terlebih kepada sodara-sodara kita yang kurang beruntung, prilaku yang jujur serta amanah.

Para tretan kabbi. Bulan Ramadhan adalah sarana latihan, medan training bagi pribadi-pribadi tersebut. Sekarang, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing, pernahkah kita berpikir sudah berapa ramadhan kita lalui sepanjang hidup kita ini. Lebih tepatnya lagi, sudah berapa kalikah kita puasa semenjak kita menginjak usia akil balig? Lalu seberapa banyak peningkatan yang kita dapat? Samakah tingkah laku kita selama puasa dengan selama tidak puasa.

Esensi dari puasa adalah mengasah kepekaan kita terhadap sesama, terhadap saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Seharusnyalah, setelah sebulan penuh kita dilatih, kita akan menjadi pribadi yang murah hati, dan senang bersedakah dan memberi. Sodakoh tidaklah melulu harta, senyum anda pada tetangga adalah sodakoh. Membuat orang lain tentram adalah sodaqah.

Nah kalau kita sudah katakanlah pada usia 35-an, dan berarti kita sudah lebih dari 20 kali (tahun) dilatih untuk mengasah sifat-sifat tadi. Marilah kita introspeksi, sudahkah ada perubahan di diri kita?

Kalau seandainya kita bisa benar-benar mengimplementasikan apa yang kita 'lakoni' dalam puasa, maka Insya Allah, kemiskinan bisa kita perangi, permusuhan antar anak bangsa kita bisa hindari, masyarakat yang aman, tentram, dan sentosa bisa kita capai.

Ironisnya, banyak diantara kita selama puasa justru menghambur-hamburkan harta. Menyediakan makanan untuk buka puasa yang aneh-aneh, bahkan sajian yang tidak ada dibulan lain, harus ada dibulan puasa. Kita di bombardir dengan iklan-iklan di telivisi. Mal-mal bertambah rame, berlomba dengan saut-menyaut suara adzan. Tapi rumah yatim jarang kita tengok.

Untuk sodaraku non muslim, marilah momen ini kita jadikan tonggak pengingat bagi kita semua ummat manusia untuk selalu mencintai sesama, meningkatkan kepekaan rasa pada saudara kita yang kurang beruntung, menjaga lisan dan perbuatan untuk mencegah permusuhan yang merugikan kita semua.

Amiiin.

Diposting oleh Sudrun Al-Broedin di 12.07  
0 komentar

Posting Komentar