Latest news

Insya Allah kita akan mengadakan Reuni Akbar di tahun 2009. Jangan sampai ketinggalan acara yg akan HEBOH itu dg mendaftar pada : Dora 085214812345, Etty 081321298399, Wiwied 081227371071 dan Faiz 081231179505.

Perspektif

Selasa, 14 April 2009

Seorang teman menulis di face book, mengatakan bahwa dia menyukai tulisan saya. Semalam saya tidak bisa tidur karena teringat satu hal dan merasa harus memberikan sesuatu kepadanya. Tulisan ini berkembang sendiri karena spontanitasnya.

Persepsi. Segala sesuatu tergantung dari cara kita memandangnya. Jika seorang pria dengan wajah pas-pasan mendapatkan pasangan seorang yang sangat cantik, maka kita akan mengatakan “anugerah untuk si pria, bencana untuk si wanita”. Dari sisi pandang berbeda, didapat hal yang berbeda. Anugerah dan bencana, secara kosa kata adalah berlawanan. Hal yang sama dapat berarti berbeda, tergantung pada cara kita memandangnya.

Kejadian di tempat kerja misalnya. Rekan kerja yang tidak berprestasi, kemampuan kerja minim tapi pendekatan ke atasan sangat baik (penjilat maksudnya), maka dia yang naik jabatan. Kita yang merasa lebih baik, menilai hal ini tidak adil. “Seharusnya aku yang dapat promosi”. Dari sisi pandang seperti ini, hal itu memang terasa tidak adil. Tetapi kita bisa memandangnya dengan cara lain. Kita tidak diberi kenaikan jabatan karena dianggap tidak siap untuk itu. Beban pikiran maupun pola hidup bisa sangat berubah. Atau kita dapat melihatnya dari sudut yang sama sekali berbeda. Kita tidak dipilih untuk jabatan itu, tetapi sedang disiapkan untuk menerima tanggung jawab posisi yang jauh lebih penting atau tepatnya “lebih sesuai”.

Kita berharap mendapat kekayaan yang besar. Proyek yang sudah di depan mata, lepas begitu saja. Kita bisa melihatnya sebagai bencana. “Ah, sayang. Kesempatan emas menjadi makmur, hilang begitu saja”. Mungkin kita dianggap belum memiliki kemampuan untuk mengelola pemberian materi sebesar itu. Atau kita bisa memandangnya sebagai bentuk “penyelamatan”, kita dihindarkan untuk menjadi orang sombong, suka foya-foya dan sebagainya. Rezeki sedang ditunda, untuk memberikan cukup waktu bagi kita untuk membentuk diri, menyiapkan pemahaman konsekuensi yang menyertai sebuah kelebihan.

Itoek dengan anaknya yang autis. Kita memiliki kecenderungan menggolongkan, mengklasifikasi, mengelompokkan. Manusia lebih melihat autis sebagai bentuk “cacat” yang lebih berkonotasi negatip. Hal ini lahir sebagai konsekuensi sempitnya pikiran dan kurangnya pemahaman tentang hakekat sesuatu. Saya lebih suka memandang anak autis sebagai pribadi dengan keistimewaan khusus. Hakekatnya mereka adalah manusia, dengan bakat khusus, konsentrasi tinggi dan ketekunan yang luar biasa. Mayoritas kita yang dianggap “normal”, tidak memiliki hal itu.

Itoek bisa menganggap anaknya sebagai bencana. Mungkin, Itoek sering mengalami masa-masa dimana air mata selalu mengiringi pertanyaan “Aku harus bagaimana?”. Tetapi mengamati upaya yang telah terceritakan di milis ini, saya yakin, Itoek lebih menganggap anaknya sebagai anugerah.

Itoek bisa saja menganggap hal ini sebagai cobaan yang sangat berat. “Why me?”. Buntutnya adalah protes ketidak adilan Yang Esa. Tetapi saya lebih suka memandangnya sebagai bentuk kepercayaan dari yang Maha Kuasa terhadap Itoek.  Seorang Itoek dinilai memiliki kesabaran, ketekunan dan dedikasi untuk menerima “titipan” itu. Orang lain mungkin tidak berdaya jika menerima tugas dan tanggung jawab seperti ini. Intinya, Tuhan telah memilih hambanya yang terbaik. Tidak ada kebetulan, semua memiliki maksud dan tujuan. Kita hanyalah "agent-Nya".

Dari sudut pandang pribadi, saya tidak akan memiliki cukup stamina untuk menghadapi hal seperti itu.. Salut untuk Itoek. Menurut penggolongan manusia, saya memiliki empat jempol, tetapi dua jempol kaki sangat tidak pantas untuk diacungkan. Mohon maaf Itoek, saya hanya dapat mengacungkan dua jempol. Saya adalah pribadi yang sangat jarang sekali berdoa, untuk sementara ini. Tetapi untuk yang satu ini saya membuat pengecualian. Semoga yang Itoek inginkan untuk anaknya, menjadi kenyataan. Doa ini tidak memakai kata “akan menjadi”, karena itu hanya berarti penundaan. Amin.

Gatut,

Cause life is a lesson, you learn it when you do - Limp Bizkit

 

Tulisan cak Gatut (dikutip dari milist alumni89)

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 09.41 0 komentar  

Sekilas tentang Batik

Batik adl. salah satu seni budaya bangsa kita. Mulai dahulu kala, nenek moyang kita selalu menggunakan batik. Ada yang dipakai sbg pakaian saja & ada yang dipakai sbg. simbol kekuasaan. Pemakaian batik dijaman kerajaan disertai dg. pemakaian jenis2 keris. Seperti keris ronce melati, pamengkang jagad dlsb.

Hampir dari daerah2 di pulau jawa mempunyai ciri khas batik. Pekalongan dengan batik sekar jagad-nya, cirebon dengan mega-mendungnya, rembang dengan batik lasem-nya, solo dengan batik sogan-nya, jogja dengan batik putihan, madura dengan batik genthongan.

Bahan dari batik ada yang terbuat dari mori, shantung, katun primair, primisima, sutra, ATBM (alat Tenun bukan mesin), Thay silk, Paris, krep, organdi, obin, serat nanas, serat kayu. semua bahan2 tersebut banyak tersedia di bumi indonesia.

Jenis2 batik :

1. Batik tulis adl. batik yang ditulis dengan tangan membutuhkan waktu 1 sd 3bln pembuatannya;

2. Batik kombinasi adl. batik yang dibuat antara tulis dan ditambah dengan cap;

3. Batik Cap adl. batik yang dibuat dengan di cap dg. cetakan2 tertentu;

4. Batik Print adl. batik yang dibuat dengan mesin.

Batik solo terkenal dg batik sogan. Yang artinya batik yang berwarna coklat tanah (nature) & cenderung gelap. Di jaman sekarang semua daerah sudah bisa membuat batik warna sogan, tapi yang asli solo tidak bisa dikalahkan. Karena pembatik solo terkenal 'magis' dan berpuasa sebelum membatik. tapi sayang, solo tidak punya seni lain selain sogan.

Batik pekalongan yang terkenal sekarjagad artinya dalam 1 kain batik terdapat banyak jenis2 gbr batik. Kemudian berkembang menjadi 'beras-kutah' dimana ce-ceknya diisi oleh titik2 sebesar beras. Pekalongan lebih menonjolkan market. Batik pekalongan sudah sampai pada pasar Tong2 di Belanda karena orang belanda lebih menyukai batik yang bergambar bunga.

Batik cirebonan terkenal dengan 'mega-mendung', lokcan, siti inggil. batik cirebonan selalu bercerita tentang kekuasaan. Mega mendung adl. awan yang bercerita manusia harus mempunya cita2 setinggi langit. Siti inggil.... siti=tanah .......inggil=atas artinya kerajaan. Lokcan adl kolaborasi antara cina dan cirebon dan di batiknya selalu bergambarkan burung hong. konon, Nyimas Gandasari legendaris cirebon pernah menghadiahi batik kepada raja Cina.

Batik Madura........mayoritas batik madura adl. Tulis. Kalau ada Batik cap bermotip madura itu bukan asli madura tapi produk pekalongan yang meniru motip madura asli.. Jenis batik madura :

1. Torcetor

2.  Ramok

3.  Raman

4. Beddung

5. Genthongan

ad.1 Torcetor adl. batik tulis yang pewarnaannya hanya 2x celup biasanya bergambar bunga menjalar, burung.

ad.2,3.4  ramok, Raman dan Beddung adl. batik tulis yang pewarnaannya 3x sd 4x celup, gambarnya bercerita tentang isi laut.. kerang, cumi, bunga, sungai ce-ceknya lebih rumit harganya lebih mahal dari tor-cetor.

ad.5 Genthongan adl. batik tulis sempurna dibuat selama 6bln direbus didalam genthong/kuali dengan pewarnaan alami, hijau dari dedaunan, merah dari daun jati, coklat dari akar-akaran. harganya bisa mencapai jutaan. Keistimewaan dari Genthongan apabila dicuci ada warna2 tertentu yang keluar diair tapi warna itu akan terlihat tajam setelah kain batik tsb kering. Itulah genthongan disebut dengan batik istimewa.

Dari semua batik yang ada di bumi indonesia hanya batik madura yang paling etnik. karena wanita madura membuat batik2 tsb awalnya bukan untuk bisnis tapi membatik adl. meluapkan kerinduan kepada suami2 mereka yang sedang berlayar untuk mencari ikan. Makanya batik madura selalu bercerita tentang burung, bunga, sungai, isi laut seperti kerang, cumi, bunga laut dll...

Demikian sekilas tentang Batik yang sudah aku pelajari dari th.2002 sd sekarang.

"Batikku"

ITC Depok UG-B150

by Dora collection

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 09.41 0 komentar  

Life is so short

*Sebuah Renungan tentang keSUKSESan*

Kelvin Hui adalah seorang Web Publishing Businessman (Founder dari ambatch.com dan SEO Master), yang berhasil mendapatkan kontrak dengan Yahoo! senilai 20 juta dollar hanya untuk mempromosikan Yahoo! Di Hongkong, Korea, dan Jepang selama tiga tahun!

Yang menarik, manusia ini justru sangat-sangat sederhana dalam berpakaian, tutur katanya sangat halus namun penuh kebijaksanaan yang membuat pemikiran saya berubah 180 derajat tentang keSUKSESan. SUKSES itu sederhana, SUKSES tidak ada hubungannya dengan menjadi kaya raya, SUKSES itu tidak serumit/serahasia seperti kata Robert Kiyosaki/Tung Desem Waringin, SUKSES itu tidak perlu dikejar, SUKSES adalah ANDA! Karena keSUKSESan terbesar ada pada diri Anda sendiri...

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi satu ovum, itu adalah SUKSES pertama Anda!
Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh yang sempurna tanpa cacat, itulah keSUKSESan Anda yang kedua...
Ketika Anda ke sekolah, bahkan bisa menikmati studi S1 di saat setiap menit ada 10 siswa yang drop out karena tidak mampu bayar SPP, itulah SUKSES Anda yang ketiga...
Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan di bilangan segitiga emas, di saat 46 juta orang lainnya menjadi pengangguran, itulah keSUKSESan Anda yang keempat...
Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari, di saat ada tiga juta orang yang mati kelaparan setiap bulannya, itulah keSUKSESan Anda yang kelima...
SUKSES terjadi setiap hari, dan Anda tidak pernah menyadarinya...

Saya sangat tersentuh ketika menonton film "Click!" yang dibintangi oleh Adam Sandler, "family comes first," begitu kata-kata terakhirnya kepada anaknya sebelum ia meninggal...Saking sibuknya Adam Sandler dalam mengejar keSUKSESan, ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak-istrinya, bahkan tidak sempat menghadiri pemakaman ayahnya, keluarganya berantakan, istrinya yang cantik menceraikannya, dan anaknya tidak mengenal siapa ayahnya...

SUKSES selalu dibiaskan oleh penulis buku laris supaya bukunya bisa terus-menerus menjadi best seller dengan membuat keSUKSESan menjadi suatu hal yang rumit dan sukar diperoleh...
SUKSES tidak melulu soal harta, rumah mewah, mobil sport, jam Rolex, pensiun muda, menjadi pengusaha, punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik seperti Donald Trump, resort mewah di Karibia, dll.
Tapi buat saya pribadi yang bisa hidup dengan sangat berkecukupan, saya rasa SUKSES memiliki arti yang berbeda...
SUKSES adalah mencintai dan bangga terhadap diri Anda sendiri, mengerjakan apa yang Anda sukai kapan saja dan di mana saja...
SUKSES sejati adalah hidup dengan penuh syukur atas segala rahmat Tuhan, SUKSES sejati adalah menikmati dan bersyukur atas setiap detik kehidupan Anda. Pada saat Anda gembira, Anda gembira sepenuhnya. Pada saat Anda sedih, Anda sedih sepenuhnya, setelah itu Anda harus bersiap lagi menghadapi episode yang baru.
SUKSES sejati adalah hidup benar di jalan Allah, hidup baik, tidak munafik, tidak menipu, apalagi scam, saleh, dan selalu rendah hati.
SUKSES itu tidak lagi menginginkan kekayaan ketimbang kemiskinan, tidak lagi menginginkan kesembuhan ketimbang sakit. SUKSES sejati adalah bisa menerima sepenuhnya kelebihan, keadaan, dan kekurangan Anda apa adanya dengan penuh syukur.

Saya berani berbicara seperti ini, karena hidup yang saya alami adalah seperti roda pedati. Ketika masih mahasiswa, hidup saya begitu nelangsa cuma mampu makan nasi warteg satu kali sehari dengan menu nasi setengah + sayur gratis + tempe goreng. Tetapi ternyata nikmat makan di warteg kok sama saja bila dibandingkan ketika saya makan di restoran mewah di Amerika...
Saya pernah tidur di kolong langit, beralaskan tanah dan terpal, hujan kehujanan, panas kepanasan. Tetapi ternyata lelapnya saya tidur dulu kok bisa sama saja bila dibandingkan ketika saya tidur di hotel bintang 5 di Jepang...

Saya dulu pulang-pergi ke sekolah jalan kaki sejauh 40 km, memakai baju yang lusuh, tas yang kotor, dan alat tulis seadanya. Datang ke sekolah selalu menjadi bahan tertawaan teman-teman, tetapi kok sama saja enaknya ketika saya dijemput oom saya naik mercy, sama-sama sampai di tujuan ternyata...Saya pernah diundang bos saya ke rumah barunya, untuk menikmati ruang auditoriumnya. Ada speaker untuk karaoke, ada tape untuk mendengarkan musik, ada home theater... Dia bilang harga speaker Thiel-nya untuk mendengarkan musik saja harganya 400 juta rupiah, saya disuruh mendengarkan waktu beliau memutar musik jazz, memang enak sekali, suara dentingan gelas dan petikan bass-nya bisa terdengar jelas, tapi kok setengah jam di situ, saya bosan juga. Sama nikmatnya dengan mendengarkan musik di komputer sendiri, speakernya cuma seharga 100 ribu rupiah...

Pernahkah Anda menyadari?
Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang. Uang hanyalah alat tukar. Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda. Ya, Anda mungkin harus bekerja siang dan malam untuk membayar KPR selama 15 tahun atau membeli mobil/motor secara kredit selama tiga tahun. Namun itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda sendiri, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam hari kepada penawar yang tertinggi, untuk mendapatkan uang agar bisa membeli makanan, membayar pulsa telepon dll...

Aset terbesar Anda bukanlah rumah atau mobil Anda, tetapi diri Anda sendiri. Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat daripada orang bodoh, karena semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda...
Itu sebabnya mengapa harga dua jam Robert Kiyosaki untuk berbicara di suatu seminar = 200 juta rupiah, atau harga 2 jam seminar Tung Desem Waringin mencapai 100 juta...
Itu sebabnya mengapa Nike berani membayar Tiger Woods dan Michael Jordan sebesar 200 juta dollar hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk menjadi mahal bukan karena merk-nya, namun karena produk tersebut dipakai oleh siapa...
Itu sebabnya bola basket bekas milik Michael Jordan bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk yang sama bila dijual harganya justru turun...

Hidup ini lucu, kita seperti mengejar fatamorgana. Bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air di kejauhan, namun ketika kita kejar dengan segenap tenaga dan akhirnya sampai di tujuan, yang kita lihat hanya pantulan sinar matahari saja...

Lucu, bila setelah membaca tulisan di atas, Anda masih mengejar fatamorgana tersebut ketimbang menghabiskan waktu Anda yang sangat berharga untuk sungkem kepada orangtua yang begitu mencintai Anda, memeluk hangat istri Anda, mengatakan "I love you" kepada orang-orang yang Anda cintai: orang tua, istri, anak, dan sahabat-sahabat Anda.

Lakukanlah selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, karena LIFE IS SO SHORT. Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke...

Enjoy your life, because life is so short...

 

Sumber : Milist TDA

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 09.39 0 komentar  

Beware of dog

Rumah sebagai tempat tinggal mengalami pergesaran fungsi dari catatan sejarah ke sejarah. Unsur keindahan arsitektur, segi aset properti dan dinamika prestisius pergaulan setidaknya menjadi faktor yang mengalihkan fungsi rumah. Tetapi fungsi utama sebagai tempat aman untuk ditinggali (atau setidaknya untuk istirahat, tidur) masih menjadi fungsi utama.

Jaman dulu, manusia menjadikan gua, pohon dan kondisi alam lainnya sebagai area perlindungan dari bahaya, binatang buas dan cuaca. Jaman beralih, pemukiman dibangun, sampai muncul kerajaan-kerajaan dengan benteng-bentengnya. Fungsi masih tetap sama, melindungi diri dari bahaya, dari musuh apapun jenisnya. Pos jaga, prajurit, ronda menjadi perlengkapan pagar tembok tinggi menjulang.

Di kehidupan modern ini, kita juga masih membutuhkan perlindungan yang sama. Tetapi musuhnya bukan harimau atau singa, tentara kerajaan lain atau pemberontak. Tetapi kita berlindung diri dari maling, perampok, garong dan kawan-kawannya. Bentuk perlindungan ini dimanifestasikan dalam bentuk bangunan-bangunan rumah dan sistem penjagaannya.

Rumah dilengkapi dengan pagar keliling, berupa tembok, pagar kayu, bambu atau besi. Jika cukup beruntung dianugerahi kekayaan, nyewa satpam. Atau pelihara anjing, sehingga di pintu masuk dipasang tulisan ”Awas anjing galak”. Atau pelihara angsa, yang jika di sekitarnya ada orang maka angsa akan mulai mengadakan konsernya.. Semua dilakukan dengan penyesuaian keadaan masing-masing pemilik rumah atau seberapa takut terhadap apa yang dikawatirkan.

Lebih jauh lagi, bentuk perlindungan dilakukan dengan memasang kunci-kunci pintu dan jendela. Kunci, gerendel, selot, palang pintu bahkan naruh panci atau barang lain agar jika pintu atau jendela dibuka maka akan gedombrangan, suara ribut yang akan bikin maling lari. Teralis atau jeruji dipasang dijendela-jendela, yang bisa dipesan di tukang-tukang las pinggir jalan.

Teralis pun secara visual mengalami pergeseran. Dulu teralis bentuknya kaku, lurus-lurus. Semakin lama unsur seni nggabung di sektor teralis. Jadilah teralis dengan ornamen-ornamen indah, cat warna-warni atau hiasan bunga-bunga. Pengamanan rangkap, sudah ada jendela masih dikasih teralis.

Pagar, kunci dan teralis yang memiliki fungsi pengaman ini setidaknya menunjukkan tingkat ketakutan penghuni rumahnya. Semakin banyak, semakin tinggi, semakin besar, semakin kokoh, semakin ......., semakin ......., maka pemilik rumah semakin takut akan sesuatu. Semakin kawatir terhadap apapun yang akan mengganggu rumahnya, dia sendiri atau keluarganya. Paranoid ? Mungkin.

Membicarakan teralis, jadi teringat satu poster bertahun-tahun lalu. Digambarkan seorang laki-laki dengan wajah memelas, memegang teralis di jendela rumahnya. Di bagian bawah poster diberi komentar ”Seharusnya penjahat yang berada di balik terali, bukan anda”

Saat sedang jalan dengan teman-teman, saya lewat di depan sebuah rumah dengan pagar besi yang tinggi (hampir 2 meter). Di atas pagar besi masih diberi tambahan teralis dengan ujung-ujung runcing, dari besi bulat yang biasa dipakai untuk tulang cor bangunan. Seperti barikade tombak pada masa-masa perang jaman pertengahan. Pagar yang rapat, teralis runcing yang padat, extra very high security system.

Seorang teman berkomentar bahwa rumah tersebut menunjukkan bahwa pemiliknya tidak bersahabat. Rumah yang tidak ramah. Yang mau bertamu atau sekedar mampir apalagi nagih utang pasti segan, atau kesulitan. Padahal jika terjadi kebakaran misalnya maka pemiliki rumah akan sulit untuk menyelamatkan dirinya. Wah berarti berlindung dari bahaya dari luar rumah, justru bahaya bisa timbul dari dalam.

Tapi yang jauh lebih menarik adalah komentar teman yang satu lagi. Kira-kira begini komentarnya ”Semakin kokoh pagarnya maka yang ada di dalamnya semakin buas. Coba deh lihat di kebun binatang”.

Gatut,

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 09.20 0 komentar  

RASULULLAH SAW : "JANGAN BERLEBIHAN MENYANJUNGKU.....!"

Selasa, 17 Maret 2009

" Sehari di Kediaman Rasulullah "

Oleh : Abdul Malik bin Muhammad bin Abdur Rahman Al-Qasim

Tawadhu' Rasulullah

Rasulullah adalah seorang yang sangat elok akhlaknya dan sangat agung wibawanya. Akhlak beliau adalah Al-Qur'an sebagaimana yang dituturkan 'Aisyah x, ia berkata: "Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur'an." (HR. Muslim).

Beliau juga pernah bersabda:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR. Ahmad)
Salah satu bentuk ketawadhu'an Rasulullah adalah; beliau tidak suka dipuji dan disanjung secara berlebihan. Dari Umar bin Kaththab Radhiallaahu anhu ia berkata: Rasulullah pernah bersabda:
"Janganlah kamu sanjung aku (secara berlebihan) sebagaimana kaum Nasrani menyanjung 'Isa bin Maryam alaihisSalam secara berlebihan. Aku hanyalah seorang hamba Allah, maka panggillah aku dengan sebutan: hamba Allah dan Rasul-Nya." (HR. Abu Daud)

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Ada beberapa orang memanggil Rasulullah sambil berkata: "Wahai Rasulullah, wahai orang yang terbaik dan anak orang yang terbaik di antara kami, wahai junjungan kami dan anak dari junjungan kami." Rasulullah segera menyanggah seraya berkata:
"Wahai sekalian manusia, katakanlah sewajarnya saja! Jangan sampai kamu digelincirkan setan. Aku adalah Muhammad hamba Allah dan rasul-Nya. Aku tidak sudi kamu angkat di atas kedudukan yang dianugrahkan Allah kepadaku." (HR. An-Nasai)

Sebagian orang ada yang menyanjung Rasulullah secara berlebihan. Sampai-sampai ia meyakini bahwa Rasulullah mengetahui ilmu ghaib atau meyakini bahwa beliau memiliki hak untuk memberikan manfaat dan menurunkan mudharat, bahwa beliau dapat mengabulkan segala permintaan dan menyembuhkan segala penyakit. Padahal Allah telah menyanggah keyakinan seperti itu. Allah berfirman:
"Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik keman-fa'atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan." (Al-Araf: 188)

Demikianlah akhlak Nabi yang mulia, seorang utusan Allah, sebaik-baik manusia di muka bumi dan seutama-utama makhluk di kolong langit. Beliau senan-tiasa tunduk patuh dan bertaubat kepada Rabbnya. Beliau tidak menyukai kesombongan, bahkan beliau adalah pemimpin kaum yang tawadhu'
dan penghulu kaum yang tunduk patuh kepada Rabb. Anas bin Malik Radhiallaahu anhu mengungkapkan: "Tidak ada seorangpun yang lebih mereka cintai daripada Rasulullah. Walaupun begitu, apabila mereka melihat beliau, mereka tidak berdiri untuk menyambut beliau. karena mereka mengetahui bahwa beliau tidak menyukai cara seperti itu." (HR. Ahmad)

Layangkanlah pandanganmu kepada Nabi umat ini. Saksikan sikap tawadhu' beliau yang sangat mengagumkan dan keelokan akhlak yang langka ditemukan. Beliau tetap bersikap tawadhu' terhadap seorang wanita miskin. Beliau luangkan waktu untuk melayaninya, padahal waktu beliau
penuh dengan amal ibadah!

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Suatu hari seorang wanita datang menemui Rasulullah ia mengadu kepada beliau sambil berkata: "Wahai Rasulullah, saya membutuhkan sesuatu dari Anda." Rasulullah berkata kepadanya: "Pilihlah di jalan mana yang kamu kehendaki di kota Madinah ini, tunggulah aku di sana, niscaya aku akan menemuimu (melayani keperluan-mu)." (HR. Abu Daud).

Beliau hadir dengan segenap jiwa yang terpuji lagi elok. Menjulang tinggi ke tempat yang terpuji dengannya. Bila disingkap kesturi dari cincinnya kepada jagad raya niscaya setiap orang akan merasakan harumnya baik yang di gunung maupun di lembah. Sungguh, beliau adalah pemimpin segenap ahli tawadhu' baik dalam ilmu ataupun amal.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah beliau bersabda:
"Andaikata aku diundang makan paha atau kaki binatang, niscaya aku kabulkan undangannya. Andaikata kepadaku hanya dihadiahkan kaki atau paha binatang, tentu akan aku terima hadiah itu." (HR. Al-Bukhari)

Semoga hadits Rasulullah tadi menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi orang-orang yang takabbur dari sifat sombong dan angkuh.

Abdullah bin Mas'ud Radhiallaahu anhu meriwayatkan dari Rasulullah bahwa beliau bersabda:
"Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji zarrah kesombongan." (HR. Muslim)

Sifat sombong merupakan jalan menuju Neraka, wal 'iyaadzubillah, meskipun hanya sebesar biji zarrah. Cobalah lihat hukuman yang ditimpakan terhadap orang yang sombong dan angkuh cara berjalannya. Betapa besar kemurkaan dan kemarahan yang diturunkan Allah Ta'ala atasnya. Dan betapa pedih siksa yang dideritanya.

Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu dari Rasulullah beliau bersabda:
"Ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaiannya, takjub dengan kehebatan dirinya sendiri, rambutnya tersisir rapi, berjalan dengan angkuh. Namun tiba-tiba Allah Ta'ala menenggelamkannya. Dia terus terbenam ke dasar bumi sampai hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih)

 

Kiriman dari jeng Leni

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 14.32 0 komentar  

SURAT BUAT MAMA

Rabu, 18 Februari 2009

Mamaku sayang, aku mau cerita sama mama. Tapi ceritanya pake surat ya.
Kan , mama sibuk, capek, pulang udah malem.
Kalo aku banyak ngomong nanti mama marah kayak kemarin itu, aku jadinya takut dan nangis.

Kalo pake surat kan mama bisa sambil tiduran bacanya.
Kalo ngga sempet baca malem ini bisa disimpen sampe besok, pokoknya bisa dibaca kapan aja deh.
Boleh juga suratnya dibawa ke kantor.
Ma, boleh ngga aku minta ganti mbak? Mbak Jum sekarang suka galak, Ma.
Kalo aku ngga mau makan, piringnya dibanting di depan aku. Kalo siang aku disuruh tidur melulu, ngga boleh main, padahal mbak kerjanya cuman nonton TV aja.

Bukannya dulu kata mama mbak itu gunanya buat nemenin aku main?
Trus aku pernah liat mbak lagi ngobrol sama tukang roti di teras depan.
Padahal kata mama kan ngga boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah kan?

Kalo aku bilang gitu sama mbak, mbak marah banget dan katanya kalo diaduin sama mama dia mau berhenti kerja.
Kalo dia berhenti berarti nanti mama repot ya?
Nanti mama ngga bisa kerja ya?
Nanti ngga ada yang jagain aku di rumah ya?

Kalo gitu susah ya, Ma?
Mbak ngga diganti ngga apa-apa tapi mama bilangin dong jangan galak sama aku.

Ma,bisa ngga hari Kamis sore mama nganter aku ke lomba nari Bali? Pak Husin sih selalu nganterin, tapi kan dia cowok, Ma. Ntar yang dandanin aku siapa?

Mbak Jum ngga ngerti dandan. Ntar aku kayak lenong.
Kalo mama kan kalo dandan cantik. Temen-temen aku yang nganterin juga mamanya.

Waktu lomba gambar minggu lalu Pak Husin yang nganter; tiap ada lomba Pak Husin juga yang nganter. Bosen, Ma.

Lagian aku pingin ngasi liat sama temen-temenku kalo mamaku itu cantik banget, aku kan bangga, Ma.

Temen-temen tuh ngga pernah liat mama.
Pernah sih liat, tapi itu tahun lalu pas aku baru masuk SD, kan mereka jadinya udah lupa tampangnya mama.
Ma, hadiah ulang tahun mulai tahun ini ngga usah dibeliin deh.
Uangnya mama tabungin aja. Trus aku ngga usah dibeliin baju sama mainan mahal lagi deh.

Uangnya mama tabung aja. Kalo uang mama udah banyak, kan mama ngga usah kerja lagi.
Nah, itu baru sip namanya.

Lagian mainanku udah banyak dan lebih asyik main sama mama kali ya?

Udah dulu ya, ma. Udah ngantuk.
I love you Ma..

------------ --------- ---------

Tahu kah anda...saat kita tua dan pensiun...atau saat kita meninggal...perusahaan memiliki ratusan, bahkan ribuan orang untuk menggantikan kita.

Tapi sadarkan kita...tidak ada satu pun yang bisa menggantikan kita di hati, pikiran dan ingatan anak kita tercinta yang ada di rumah...

SUDAHKAH KITA MEMIKIRKANNYA?

 

Kiriman dari jeng Itoek

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 08.43 0 komentar  

Syukur

Senin, 16 Februari 2009

Jaman sudah serba modern, jamannya teknologi dan informasi. Kita menerima sekian banyak hal yang dapat dipelajari dari dunia lain. Misalnya bersyukur. Informasi ini dikemas sedemikian rupa sehingga logis dan menarik. Tetapi yang mungkin dilupakan adalah nenek moyang kita sendiri sebenarnya telah lama mengerti ilmu ini. Ilmu tua yang secara kemasan tidak  menarik dan secara logika seringkali tidak masuk akal.

Bersyukur seolah-olah menjadi aktivitas sistematik yang sulit dilakukan. Kegiatan ini sepertinya baru bisa dilakukan jika ada panduan teknis bagaimana caranya. Dan hal ini menjadi komoditi komersial yang dibungkus cover-cover berwarna dan dengan bahasa-bahasa bombastis. Sehingga muncul pertanyaan, lha wong cuma bersyukur kok harus dipelajai sedemikian rumitnya? Lalu pentingnya untuk apa?

Syukur biasanya diekspresikan dengan ucapan-ucapan. Sudah dijanjikan bahwa siapa yang mau bersyukur maka akan ditambah nikmatnya. Implikasinya adalah masalah kualitas bukan kuantitas. Kalau biasa minum segelas kopi di warung pinggir jalan dengan aroma selokan di sekitarnya, tetapi masih mau bersyukur maka bukan berarti besok akan minum dua gelas atau lebih di warung yang sama. Atau lusa akan dapat kesempatan nyruput kopi jenis lain di Starbuck. Tetapi jika mau bersyukur maka segelas kopi yang sama di warung yang sama baunya akan terasa jauuuuh lebih nikmat, serasa di Starbuck.

Memiliki seorang istri jauh dari cantik tetapi mau bersyukur. Bukan berarti besok jumlah istrinya ditambahi (asyik) atau istrinya menjadi lebih cantik. Ah yang bener saja, kalau hancur ya hancur sajalah. Tetapi mungkin besok istri akan tampak sedikit lebih cantik jika telaten melihatnya. Atau tambah baik, tambah perhatian dan tambahan-tambahan lain yang akan terasa jauuuh lebih menyenangkan.

Sebenarnya, apakah syukur itu? Syukur itu mau menerima semua pemberian apa adanya, berterima kasih terhadap apapun yang diterima. Tidak ada komplain, tidak ada keluhan. Pasrah, sumeleh, nrimo ing pandum. Nah, inilah ilmu tua tersebut. Setidaknya di etnis Jawa, hal ini bukan hal baru. Etnis ini sangat mengerti dan sangat lekat dengan kegiatan bersyukur. Bahkan mereka memiliki ritual khas yaitu syukuran atau karena asimilasi agamis menjadi tasyakuran. Syukur katanya berteman dekat dengan untung, slamet, sabar, legowo, mulyo dan lain-lain. Makanya istilah-istilah ini banyak dipakai untuk nama orang. Kita tidak pernah mendengar ada orang (Jawa) diberi nama “ruwet, ciloko, apes atau kata-kata buruk lainnya”.

Contoh bagaimana leluhur menyikapi suatu kecelakaan motor. Motornya rusak parah. Tapi masih untung orangnya tidak apa-apa. Orangnya lecet-lecet tapi masih untung nggak patah tulang.  Orangnya patah tulang tangan masih slamet nggak patah tulang leher. Sudah patah leher masih syukur bisa diselamatkan dan nggak sampai mati. Nah, khan. Bahkan pada kondisi terburuk pun, nenek moyang kita tahu bagaimana harus bersikap. Bersyukur sampai pada kondisi terparah yang dialami.

Makanya, teman-teman yang sekarang bermukim atau terdampar di daerah Ngayogyokarto Hadiningrat dan sekitarnya seharusnya lebih bisa menerapkan konsep ini karena mereka berada dekat dengan “sumbernya”.Yang menikah dengan warga asli bahkan bisa dikatakan “sehari-hari bahkan sudah tidur dengan sumbernya”. Seharusnya lebih cepat ketularan mudah bersyukur karena proses perkawinan ini telah menjadikan banyaknya acara “tukar-menukar” atau sharing banyak hal. Ya sharing hormon, enzim dan cara pandang.

Bersyukur seharusnya mudah. Tinggal mau menerima segala sesuatu apa adanya. Dapat rejeki sedikit disyukuri. Istri wajahnya pas-pasan, meskipun sedikit mual, ya “dinikmati saja”. Harus lega dan lapang dada. Lega itu perasaan dan perasaan itu ada di hati (kalbu).  Makanya diistilahkan lapang dada karena hati dalam hal ini secara anatomi dilokasikan di daerah dada. Coba kalau di area lain, mungkin istilahnya menjadi lapang kaki atau bahkan lapang pantat. Hati yang harus dikelola, dimanajemeni.

Jika masih terasa sulit menerima apa adanya atau susah untuk sekedar bersyukur mungkin bisa dicoba dengan mengurangi keluhan, bahkan bisa sampai tahapan nol keluhan. “Yah, cuma dapat duit segini” atau “aduh, macet”. Masih untung kan dikasih duit atau mobil nggak mogok di kemacetan. Mengeluh artinya tidak sabar, masih “kemrungsung” (wis ojo diplesetno maneh), masih tidak ikhlas. Mengeluh berarti tidak mau mensyukuri. Masih saja “kurang”. Lalu bagaimana akan “ditambah” kalau tidak mau bersyukur. Kalau tidak mengeluh pun masih susah, introspeksilah, istighfar yang banyak.

Begitulah, membahas “syukur” bisa panjang lebar. Tapi saya mau bikin segelas kopi dan diminum sambil disyukuri. Siapa tahu, besok ada yang ngajak nongkrong di Starbuck.

Gatut,

I told you everything loud and clear - Linkin Park

 

Tulisan cak Gatut (dikutip dari milist alumni89)

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 14.01 0 komentar