Latest news
Menjelang Ramadhan
Jumat, 22 Agustus 2008
Rubrik: Taujihat Tgl: 24/9/2005
Selaksa rindu dan cinta menanti hadirmu.... Ramadhan.
Penerjemah Abu Asma (H.Abdul Rahman,Lc)*
Paling tidak ada 10 langkah yang harus kita lakukan dalam menghadapi kedatangan bulan Ramadan:
Berdoa agar Allah kembali memberikan kesempatan kepada kita bertemu dengan bulan Ramadan dalam kondisi sehat wal afiat,sehingga kita bisa melaksanakan ibadah baik puasa,shalat,tilawah dan dzikir. Dari Anas bin Malik ra berkata, Bahwa Rasulullah saw apabila masuk bulan Rajab beliau selalu berdoa ” Allahuma Bariklana fi Rajab wa Sya’ban wa balighna Ramadan” artinya ” Ya Allah berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan sya’ban dan sampaikan kami ke bulan Ramadan” (HR.Ahmad dan Tabrani). Dan para salaf shaleh selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan ramadan,dan berdoa agar Allah menerima amal mereka,apabila telah masuk awal ramadan mereka berdoa kepada Allah ” Allahu akbar,Allahuma Ahillahu Alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wa taufik lima tuhibbuhu wa tardha ” artinya Ya Allah karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan,keimanan,keselamatan dan keislaman dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhoi”.
Bersyukur dan memuji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi –Rahimahullah- dalam kitab adzkarnya berkata ” Dianjur bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur, dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya”. Dan diantara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah & ketaatan. Maka ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat maka kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur kita kepada Allah.
Bergembira dengan kedatangan Bulan Ramadan. Rasulullah saw selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan,sebagaimana dalam sebuah hadits “ Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah, Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa,pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu syurga dan menutup pintu-pintu neraka” (HR.Ahmad). Dan para salafus saleh sangat memperhatikan bulan Ramadan, mereka sangat gembira dengan kedatangannya, karena tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan ramadan,karena bulan tersebut adalah bulan kebaikan dan turunnya rahmat.
Merancang agenda-agenda ukhrawi yang tepat agar mendapatkan manfaat bulan ramadan.Karena banyak diantara kaum muslimin hanya merencanakan agenda yang bersifat duniawi dengan sangat detil,tapi melupakan agenda-agenda yang bersifat ukhrawi. Ini merupakan gambaran bahwa kaum muslimin kurang memperhatikan waktu-waktu yang berharga dalam memperbaiki hubungan dengan Allah untuk membersihkan dirinya. Dan diantara agenda yang dapat dilaksanakan yaitu memanfaatkan ramadan dengan program-program ketaatan yang teratur dan terarah.
Bertekad mengisi waktu-waktu ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.(QS.Muhamad(47:21)
Mengerti dan memahami hukum-hukum Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin dalam menyembah allah dilandasi dengan ilmu.Tidak ada alasan bagi setiap mukmin tidak mengetahui ilmu yang berkenaan dengan hal-hal yang telah diwajibkan kepadanya. Diantaranya adalah puasa Ramadan,maka wajib untuk diketahui ilmu dan hukumnyanya sebelum Ramadan datang, agar puasanya benar dan diterima oleh Allah SWT. “maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.(QS.21:7)
Menyambut Ramadan dengan diiringi tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan – kebiasaan buruk dan bertaubat secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Dan bertekad meninggalkannya disertai dengan penyesalan. Ramadan merupakan bulan taubat,kalau bukan dibulan di bulan Ramadan,kapan lagi kita bertaubat? Firman Allah Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.(QS.24:31).
Mempersiapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan dan penelaahan melalui buku serta artikel. Juga dengan menghadiri majlis ilmu yang membahas tentang keutamaan puasa serta hukum dan hikmahnya. Sehingga secara kejiwaan kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan. Rasulullah selalu memberikan semangat kepada para shahabat setiap penghujung sya’ban dan menjelang Ramadan tiba.
Mempersiapkan diri untuk berdakwah dengan langkah sebagai berikut:
Ø Menulis catatan kecil untuk disampaikan dalam kultum
Ø Membagikan buku-buku saku yang berisi nasehat, keutamaan puasa.
Ø Memberikan hadiah Ramadhan.
Ø Mengingatkan kaum muslimin untuk lebih peduli dengan kaum fuqoro.
Menyambut Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih:
Ø Kepada allah dengan taubat yang jujur..
Ø Kepada Rasul saw dengan mentaati apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang.
Ø Kepada Orang tua, karib kerabat serta anak dan istri dengan menyambung silaturrahmi.
Ø Dengan masyarakat yang kita hidup bersama dengan mereka agar kita menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi mereka “Khairun naas anfauuhum linnas” Manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia.
Beginilah bumi yang kering menyambut turunnya hujan, beginilah seorang yang sedang sakit menyambut datangnya dokter dan beginilah seorang menunggu kekasihnya yang sudah lama ditunggu – tunggu kedatangannya.
*Di terjemahkan dari Ikhwanonline.
Dicetak dari PK-Sejahtera Online 33: http://pk-sejahtera.org
Kiriman dari Heri My
Ke Surga Sekeluarga
Untuk Bahan renungan kita semua....... ......... ......... .........
Indahnya malam pertama kita
Satu hal sebagai bahan renungan Kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa
Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu...mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan Kita terbuka....
Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak Ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok Dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok Kita....
Itulah jasad Kita waktu itu
Setelah dimandikan.. .,
Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih
Kain itu ...jarang orang memakainya..
Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju Kita...
Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...
Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan
Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..
Menunggu Dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan
Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap Dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...
Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur.....
Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...
Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga
Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk membaca terus hingga ke akhir.
ALLAH, bila saya membaca e-mail ini, saya pikir saya tidak ada waktu untuk ini....
Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar bahwa pemikiran semacam inilah yang ....
Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.
Kita coba menyimpan ALLAH didalam MASJID pada hari Jum'at......
Mungkin malam JUM'AT?
Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?
Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....
Dan sudah pasti waktu ada kematian...
Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain?
Karena...
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa bergantung padaNYA.
Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka... ...
Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)
Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan kepada kita.
DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.
ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku
IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.
Susah vs. Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?
Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem "forward" kan email yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima.
Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran lumayan.
Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH
setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.
Tidakkah lucu bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH" TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also "believes" in ALLAH ).
Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?
Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?.
Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.
Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka di rahmati ALLAH.
Wassalam.__
Kiriman dari jeng Leni
Kemerdekaan Berinternet Di HUT RI Ke-63
Kamis, 21 Agustus 2008
Mumpung kita masih menikmati "kemerdekaan" berinternet, inilah saatnya membuat keragaman konten untuk mencerahkan dan mencerdasakan bangsa yang sudah merdeka selama 63 tahun. Ini juga sekaligus untuk mendapatkan manfaat ekonomi. Kalau tidak sekarang, apakah kita mesti menunggu sampai muncul regulasi di bidang internet, yang akhirnya membelenggu "kemerdekaan" kita?
Dari sumber mula selengkapnya...
(Posting ini kukirim demi menyambung postingan bertema HUT RI yang sebelumnya di upload oleh sahabat kita tercinta cak Sudrun)
Dirgahayu Republik Indonesia 63
Minggu, 17 Agustus 2008
Renungan Jumat: Menyambut Ramadan
Jumat, 15 Agustus 2008
Para tretan sadejè Rohimakumullah.
Tidak lama lagi, badan kaulè kalaben panjènengan kabi kepanggi pole kalean bulan si lebih muljah dari sebuh bulan. Amiiin.
(waduh... susahnya berbahasa madura, sudah lupa :) )
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana kita diasah menjadi pribadi yang sempurna. Pribadi yang tidak hanya mampu mendekatkan diri kepada Tuhan Ya Rabbul Alamin, tetapi yang lebih penting dari itu adalah menjadi pribadi-pribadi yang mampu mencerminkan sifat-sifat Tuhan kedalam prilaku dan tindak-tanduk sehari-hari. Yakni prilaku yang Kasih kepada sesama, terlebih kepada sodara-sodara kita yang kurang beruntung, prilaku yang jujur serta amanah.
Para tretan kabbi. Bulan Ramadhan adalah sarana latihan, medan training bagi pribadi-pribadi tersebut. Sekarang, marilah kita bertanya pada diri kita masing-masing, pernahkah kita berpikir sudah berapa ramadhan kita lalui sepanjang hidup kita ini. Lebih tepatnya lagi, sudah berapa kalikah kita puasa semenjak kita menginjak usia akil balig? Lalu seberapa banyak peningkatan yang kita dapat? Samakah tingkah laku kita selama puasa dengan selama tidak puasa.
Esensi dari puasa adalah mengasah kepekaan kita terhadap sesama, terhadap saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Seharusnyalah, setelah sebulan penuh kita dilatih, kita akan menjadi pribadi yang murah hati, dan senang bersedakah dan memberi. Sodakoh tidaklah melulu harta, senyum anda pada tetangga adalah sodakoh. Membuat orang lain tentram adalah sodaqah.
Nah kalau kita sudah katakanlah pada usia 35-an, dan berarti kita sudah lebih dari 20 kali (tahun) dilatih untuk mengasah sifat-sifat tadi. Marilah kita introspeksi, sudahkah ada perubahan di diri kita?
Kalau seandainya kita bisa benar-benar mengimplementasikan apa yang kita 'lakoni' dalam puasa, maka Insya Allah, kemiskinan bisa kita perangi, permusuhan antar anak bangsa kita bisa hindari, masyarakat yang aman, tentram, dan sentosa bisa kita capai.
Ironisnya, banyak diantara kita selama puasa justru menghambur-hamburkan harta. Menyediakan makanan untuk buka puasa yang aneh-aneh, bahkan sajian yang tidak ada dibulan lain, harus ada dibulan puasa. Kita di bombardir dengan iklan-iklan di telivisi. Mal-mal bertambah rame, berlomba dengan saut-menyaut suara adzan. Tapi rumah yatim jarang kita tengok.
Untuk sodaraku non muslim, marilah momen ini kita jadikan tonggak pengingat bagi kita semua ummat manusia untuk selalu mencintai sesama, meningkatkan kepekaan rasa pada saudara kita yang kurang beruntung, menjaga lisan dan perbuatan untuk mencegah permusuhan yang merugikan kita semua.
Amiiin.
Selengkapnya......Qibla Locator
Untuk man-teman, co konco, lur dulur yang sedang ada di rantau. Tentu anda pernah mengalamai kebingungan kemana arah kiblat.
Nah, silahkan meluncur ke website ini: http://www.qiblalocator.com/
Anda tinggal masukkan nama kota saja, arah kiblat akan ditunjukkan dengan garis merah.
Selengkapnya......Shalatlah, seakan-akan ini shalat terakhir anda.
Kalender shaum
Syair Tukang Bakso
Sebuah pengajian yang amat khusyuk di sebuah masjid kaum terpelajar, malam itu, mendadak terganggu oleh suara dari seorang tukang bakso yang membunyikan piring dengan sendoknya.
Pak Ustad sedang menerangkan makna khauf, tapi bunyi ting-ting-ting-ting yang berulang-ulang itu sungguh mengganggu konsentrasi anak-anak muda calon ulil albab yang pikirannya sedang bekerja keras.
"Apakah ia berpikir bahwa kita berkumpul di masjid ini untuk berpesta bakso!" gerutu seseorang.
"Bukan sekali dua kali ini dia mengacau!" tambah lainnya, dan disambung -- "Ya, ya, betul!"
"Jangan marah ikhwan," seseorang berusaha meredakan kegelisahan, "ia sekedar mencari makan ..."
"Ia tak punya imajinasi terhadap apa yang kita lakukan!" potong seseorang yang lain lagi.
"Jangan-jangan sengaja ia berbuat begitu! Jangan-jangan ia minan-nashara!" sebuah suara keras.
Tapi sebelum takmir masjid bertindak sesuatu, terdengar suara Pak Ustad juga mengeras: "Khauf, rasa takut, ada beribu-ribu maknanya. Manusia belum akan mencapai khauf ilallah selama ia masih takut kepada hal-hal kecil dalam hidupnya. Allah itu Mahabesar, maka barangsiapa takut hanya kepada-Nya, yang lain-lain menjadi kecil adanya."
"Tak usah menghitung dulu ketakutan terhadap kekuasaan sebuah rezim atau peluru militerisme politik. Cobalah berhitung dulu dengan tukang bakso. Beranikah Anda semua, kaum terpelajar yang tinggi derajatnya di mata masyarakat, beranikah Anda menjadi tukang bakso? Anda tidak takut menjadi sarjana, memperoleh pekerjaan dengan gaji besar, memasuki rumah tangga dengan rumah dan mobil yang bergengsi: tapi tidak takutkah Anda untuk menjadi tukang bakso? Yakni kalau pada suatu saat kelak pada Anda tak ada jalan lain dalam hidup ini kecuali menjadi tukang bakso? Cobalah wawancarai hati Anda sekarang ini, takutkah atau tidak?"
"Ingatlah bahwa tak seorang tukang bakso pun pernah takut menjadi tukang bakso. Apakah Anda merasa lebih pemberani dibanding tukang bakso? Karena pasti para tukang bakso memiliki keberanian juga untuk menjadi sarjana dan orang besar seperti Anda semua."
Suasana menjadi senyap. Suara ting-ting-ting-ting dari jalan di sisi halaman masjid menusuk-nusuk hati para peserta pengajian.
"Kita memerlukan baca istighfar lebih dari seribu kali dalam sehari," Pak Ustad melanjutkan, "karena kita masih tergolong orang-orang yang ditawan oleh rasa takut terhadap apa yang kita anggap derajat rendah, takut tak memperoleh pekerjaan di sebuah kantor, takut miskin, takut tak punya jabatan, takut tak bisa menghibur istri dan mertua, dan kelak takut dipecat, takut tak naik pangkat... masya Allah, sungguh kita masih termasuk golongan orang-orang yang belum sanggup menomorsatukan Allah!"
--------------
Diambil dari kumpulan prosa dan puisi oleh Emha Ainun Nadjib, 1987: Seribu
Masjid Satu Jumlahnya, tahajjud cinta seorang hamba, Penerbit Mizan, Bandung.
MAHA SATPAM
Tanya jawab pengajian itu menjadi hangat. Tak disangka tak dinyana anak muda berpeci yang lehernya berkalung sajadah itu meningkatkan nada suaranya.
“saya sangat kecewa dan memprotes keras mengapa Bapak bersikap sedemikian lunak kepada orang-orang yang datang kekuburan untuk minta angka-angka buntutan!” ia menuding-nuding. “Itu jelas syirik. Saya sebagai warga organisasi Islam yang sejak kelahirannya memang bermaksud memberantas segala takhayul, bid’ah, khurafat, dan syirik, akan terus memberantas gejala-gejala semacam itu dalam masayarakat kita sampai titik darah penghabisan!”
Bapak ustadz terkesima.
Isi pemikiran pemuda itu aneh, meskipun bukan tidak menggelisahkan. Namun “semangat juangnya”-nya ini! Apakah ia baru saja membaca sajak Cjairil Anwar “AKU” atau “Persetujuan dengan Bung Karno” sehingga voltase darahnya meninggi? Tapi marilah bersyukur. Ini yang namanya sukses pewarisan nilai dan semangat perjuangan dari kader yang satu ke kader generasi yang lain. Prosporsi di mana dan untuk soal macam apa semangat itu mesti diterapkan, adalah soal kedua.
“Adik manis, maafkan kalau saya memang khilaf,” bapak ustadz berkata dengan lembut,” Tetapi sesungguhnya aspirasi kita tidak terlampau berbeda. Saya juga bermaksud tidak menularkan kebiasaan orang-orang tua untuk bersifat terlalu dingin terhadap gejala-gejala itu. Tetapi nyuwun sewu, saya melihat ada sesuatu yang tidak pada tempatnya. Pernyataan anda tadi ibarat memasukkan sambal ke dalam es dawet…”
Para jamaah tertawa, meskipun pasti mereka belum mengerti maksudnya.
“Syirik ya syirik, tapi orang masuk kuburan kan macam-macam maunya. Ada yang mau mencuri tengkorak, ada yang sembunyi dari tagihan rentenir, ada yang sekedar menyepi karena pusing bertengkar terus dengan istrinya yang selalu meminta barang-barang seperti yang dibeli tetangganya. Terus terang saya juga sering masuk kuburan dan nyelempit di balik gerumbul-gerumbul karena sangat jenuh oleh acara macam yang kita selenggarakan malam ini, jenuh diundang kesana kemari untuk sesuatu yang sebenarnya tidak jelas. Jenuh meladeni pertanyaan-pertanyaan yang khas kaum muslimin abad ke-20 dari soal ‘apa hukum merangkul rambut’ sampai memandang wanita itu zina atau tidak’, atau jenuh oleh pikiran-pikiran puber yang akrobat pikiran intelektualnya over dosis. Kejenuhan itu sendiri sunnatullah atau hukum alam. Tuhan mengijinkan kita untuk merasa jenuh pada saat tertentu sebagai bagian dari peran kemanusiaan. Apakah buang jenuh di kuburan itu syirik?”
“Bukan itu maksud saya!” teriak sang pemuda, “Saya berbicara tentang orang yang meminta-minta di kuburan.”
“Baiklah,” lanjut bapak ustadz. “Syirik itu letaknya di hati dan sikap jiwa, tidak dikuburan atau di kantor pemerintah. Sebaiknya kita jangan gemampang, jangan terlalu memudahkan persoalan atau gampang menuduh orang. Saya terharu anda bersedia memerangi syirik sampai titik darah penghabisan, namun saya juga prihatin menyaksikan Anda bersikap begitu sombong kepada orang miskin…”
“Apa maksud bapak?” sang pemuda memotong.
“Bikinlah proposal untuk minta biaya meneliti siapa saja sebenarnya yang suka mendatangi kuburan, terutama yang menyangkut tingkat perekonomian mereka. Kita memang tahu para pejabat suka berdukun ria dan para pengusaha mendaki Gunung Kawi, tapi siapakah umumnya yang berurusan dengan kuburan untuk menggali harapan penghidupan? Saya berani jamin kepada Anda bahwa 90% pelanggan kuburan adalah orang-orang yang kehidupan ekonominya kepepet. Orang seperti anda ini saya perhitungkan tidak memerlukan kuburan karena wesel dari orang tua cukup lancar. Disamping itu syukurilah posisi sosial anda. Anda termasuk diantara sedikit anak-anak rakyat yang beruntung, memiliki peluang ekonomi untuk bisa bersekolah sampai perguruan tinggi. Karena anda sekolah sampai perguruan tinggi maka anda menjadi pandai dan mampu mengelola kehidupan secara lebih rasional. Harapan anda untuk menjadi pelanggan kuburan termasuk amat kecil. Anda akan menang bersaing meniti karier melawan para tamatan sekolah menegah, para DO atau apalagi para non-sekolah. Kalaupun kemudian menjumpai persoalan-persoalan umum yang menyangkut ketidakadilan ekonomi, misalnya, Anda bukan merencanakan berkunjung ke makam Sunan Beginjil, melainkan bikin kelompok diskusi yang memperbincangkan kepincangan ekonomi dan kemapanan kekuasaan politik…”
Seperti air bah kata-kata bapak ustadz kita meluncur.
“Kalaupun anda ogah terlibat bekerja dalam jajaran birokarsi kekuasaan atau tempat-tempat lain yang anda perhitungkan secara sistematik mendukung kemapanan itu, anda masih mempunyai peluang non-kuburan, misalnya, bikin badan swadaya masyarakat. Langkah pertama dari gerakan ketidaktergantungan itu ialah merintis ketergantungan terhadap dana luar negeri dimana anda bisa numpang makan, minum, merokok, dan memberi celana baru. Langkah kedua, menigkatkan kreativitas proposal agar secara pasti anda bisa memperoleh nafkah dari gerakan itu. Dan langkah ketiga, menyusun kecanggihan lembaga anda sedemikian rupa sehingga anda sungguh-sungguh bisa mengakumulasikan kekayaan, bikin rumah, beli mobil, dan memapankan deposito. Juklak saya untuk itu adalah umumkan ide-ide sosialisme perekonomian sebagai komoditi kapitalisme perusahaan swadaya masyarakat Anda. Kemiskinan adalah ekspor non-migas yang subur bagi kelompok pembebas rakyat di mana anda bisa bergabung…”
Bapak ustadz kita sudah tidak tebendung lagi.
“Dengan demikian anda bisa selamat dari budaya kuburan sampai akhir hayat. Hal-hal semacam itu tidak bisa dilakukan oleh orang-orang miskin yang hendak Anda berantas syiriknya itu. Mereka tak mampu membuat proposal, takut kepada Camat dan Babinsa, karena bagi mereka lebih mengerikan dibandingkan dengan hantu-hantu kuburan. Satu-stunya kesanggupan revolisioner yang masih tersisa pada orang kecil yang melarat adalah minta harapan secara gratis ke kuburan.”
Suasana pengajian menjadi semakin senyap.
“Bapak ini ngomong apa?” potong sang pemuda lagi.
“Kepada siapa dan apa sajakah Allah Cemburu pada zaman ini? Siapakah atau apakah yang di tuhankan orang di negeri Anda ini? Apa yang didambakanorang melebihi Tuhan? Apa yang sedemikian menghimpit memojokkan menindih orang seolah-olah berkekuatan melebihi Tuhan? Apa dan siapa yang mendorong orang tunduk, patuh, dan loyal sepenuh hidup kepadanya melebihi Tuhan? Apa yang memenuhi pikiran orang, memenuhi perasaan dan impian orang lebih dari keindahan /tuhan? Lihatlah itu, pikiran sosial Anda, pikiran politik Anda, pikiran ekonomi anda, perhitungan struktural Anda…”
Suara bapak ustadz kita menjadi agak gemetar meskipun nadanya meninggi.
“Beranikah Anda berangkat memberantas syirik-syirik besar yang dilatari oleh kekuasaan, senjata, dan fasilitas? Beranikah anda berperang melawan diri Anda sendiri untuk mengurangi sikap gemagah kepada orang-orang lemah? Sanggupkah Anda mengalahkan obsesi kehidupan Anda sendiri untuk merintis peperangan-peperangan yang sedikit punya harga diri?”
Napas mulai agak-agak ersenggal-senggal.
“Anda begitu bangga menjadi satpam kehidupan orang lain. Bahkan anda tampak bermaksud menjadi maha satpam yang memberantas syirik sampai titik darah yang terakhir. Tetapi anda menodongkan laras senjata Anda ke tubuh semut-semut yang terancam oleh badai api sehingga menyingkir ke kuburan kecil. Itu karena mata pengetahuan anda tak pernah di cuci kecuali oleh ulama-ulama yang memonopoli kompetisi pemikiran keagamaan, padahal mereka begitu pemalas mencuci mata umatnya, kecuali untuk soal-soal yang menyangkut kepentingan posisi mereka. Anda sudah tahu wajib, sunnat, halal, makruh, dan haram, tetapi itu hanya diterapkan untuk hal-hal yang wantah. Anda hanya bertanya orang sudah sholat Isya atau belum, orang ke kuburan atau tidak, si keponakan sudah pakai jilbab atau belum. Anda tidak merintis penerapan kualifikasi hukum lima itu untuk persoalan-persoalan yang lebih luas. Anda tidak pernah mempersoalkan bagaimana sejarah politik perekonomian dari tikar plastik yang setiap hari anda pakai sembahyang. Anda marah kenapa Cristine hakim tidak pakai jilbab padahal ia muslimah, tetapi telinga anda tuli terhadap kasus penggusuran, terhadap proses pembodohan lewat jaringan depolitiasi, terhadap proses pemiskinan, terhdap ketidakadilan sosial yang luas. Anda tidak belajar tahu apa saja soal-soal yang kualitasnya wajib dalam perhitungan makro struktural. Anda hanya sibuk mengincar orang masuk kuburan. Anda merepotkan diri mengurusi sunnah-sunnah dan tidak acuh terhdap kasus-kasus yang wajib respon sifatnya…”
“Pak! Mengapa jadi sejauh itu…?” sahut sang pemuda.
“Dengar dulu, anak muda!” tegang wajah sang bapak. “Itu yang menyebabkan anda tidak memiliki perhitungan yang menyeluruh untuk akhirnya menemukan hakekat kasus syirik yang sebenarnya. Anda hanya sanggup melihat seorang mencuri. Anda hanya tahu bahwa mencuri itu hukumnya haram, padahal melalui relativitas konstek-konteks, pencuri itu bisa halal sifatnya…”
“Apa-apaan ini, Pak?” sang pemuda nyelonong lagi.
“Kita ini dibesarkan dalam kekalahan-kekalahan. Dalam rasa ketidakmungkinan menang, subyektivitas kita tumbuh subur. Kalau kita becermin dan menjumpai wajah kekalahan di biliknya, kita ciptakan kemudian cermin yang mampu menyodorkan halusinasi kemenangan kita. Kalau kita tak punya biaya naik haji, naiklah kita ke puncak Gunung Kuripan dan merasa telah naik haji. Kalau tak sanggup perang melawan kekuatan manusia, kita cari tuyul untuk kita taklukan. Kalau tak ada juga peluang untuk tampil di panggung sejarah, kita berduyun-duyunlah dipanggung narkotik kebudayaan di bidang ndangdut, diskotik si Boy, atau mengangkat seorang pencoleng menjadi dermawan sehingga hati tehibur. Kalau risi berpegang pada pilar-pilar kufur dan tak sanggup bersandar pada udara, maka melianglah kita pada lubang sempit pengetahuan keagamaan kita yang mualaf dan nadir. Kita tak kuat naik gunung, kita susun gunung-gunung dalam tempurung. Naluri kekuasaan kita tumpahkan dalam tempurung. Kita menjadi “negara” dalam pesta syariat dangkal umat di sekeliling kita. Kita mengawasi muda-mudi yang berboncengan motor, kita menelepon pasien-pasien kita di pagi buta apakah ia sudah sholat shubuh, kita sholat jamaah sambil melirik apakah orang di samping kita sudah cukup kusuk sholatnya. Kita menjadi puritan, menjadi “manusia amat lokal”. Kita mendirikan kekuasaan baru dimana kita adalah penguasanya…”
Sang pemuda tak bisa tahan lagi, “Maaf, Pak! Berilah saya sedikit peluang…”
Tapi air bah terus tumpah ke bumi. ***
dari Buku "Slilit Sang Kiai", oleh EMHA AINUN NAJIB, Grafiti, 1992
Selengkapnya......Salak Madura
Suatu hari di penyeberangan Surabaya Madura. Diatas bus yang sedang memasuki ferri penyeberangan, berseliweran para pedagang asongan, yang tentu saja berasal dari tan-tretan madure, salah satunya Broedin. Seorang gadis penumpang bus nampak ingin membeli sesuatu.
| Broedin | "Salak bali manis, salak bali manis!" |
| "Salak bali manis... mbak salak bali manis mbak,?, rah murah dan nis manis mbak" | |
| si Mbak | "Boleh deh pak, berapa harganya" |
| Broedin | "Untuk mbak yang manis, tak osa hal mahal tak iye" |
| "Nih, sepolo ribu satu bungkus, nis manis mbak salak bali itu" | |
| Si Mbak | "Baiklah pak, ini uangnya" |
Transaksi pun terjadi. si Mbak ambil sebungkus, dan Broedin berlalu dengan sepuluh ribu sambil tetap teriak-teriak menjajakan barang dagangannya.
Namun, si Mbak tampak meringis mencicip salak yang dibelinya. Diambilnya salak yang lain dari bungkusan, diapun tambah meringis pertanda rasanya asam alias kecut. Diapun bersungut-sungut merasa tertipu. Aha.. tak lama Broedin lewat lagi dengan teriakan khasnya.
| Si Mbak | "Pak, pak,... sampeyan bohongi saya ya!" |
| Broedin | "Abooo.... kenapa mbak, saya ini jur jujur mbak!" |
| Si Mbak | "Ini salak satu bungkus asem kecut semua, katanya manis. Manis apaan" |
| Broedin | "Lho sampeyan ini gimana, kan saya bilang SALAK BALI manis" |
| si Mbak | "La ini?" |
| Broedin | "Kan saya bilang salak bali yang manis. Nah itu salak Bangkalan!" |
| si Mbak | "%$%&&%&&" |
Cara lain posting di blog
Kamis, 14 Agustus 2008
Bagi anda yang tidak suka ribet dengan menu-menu di Blogger atau Wordpress, anda dapat menggunakan software lain untuk menulis di Blog. Cak Faiz sudah mempraktekkan satu cara posting melalui email.
Nah yang ini menggunakan Windows Live Writer - software gratis buatan perusahaan si fenomenal Bill Gates alias Microsoft. Software bisa di download dari sini.
Apa kelebihannya? Simple, dan mirip persis seperti software pengolah kata atau MS Word. Kelebihannya lainnya? Ah... tanya terus, silahkan download sana.
Posting ini juga ditulis dengan Windows Live Writer.
Selengkapnya......Bagaimana, bagaimana?
Sebagai orang tua, apalagi yang punya anak sedang dalam masa pertumbuhan, pasti anda sering mendapatkan pertanyaan aneh-aneh dari anak anda. Yang seringkali pertanyaan itupun belum pernah terpikirkan oleh anda. Misalnya, "Pa, gimana sih cara kerja lemari es itu?" Nah anda harus dapat menjelaskannya dengan simple kan. Untuk itu website ini perlu anda tengok, disitu dijelaskan bagaimana sesuatu berkerja. Silahkan meluncur ke:
http://home.howstuffworks.com/
Untuk pertanyaan diatas anda bisa melihat jawaban komplitnya disini.
Kalau tentang Internet? semuanya ada disini
Keuntungan Merokok
Keuntungan Merokok
- Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
- Menghidarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
- Mengurangi resiko kematian; dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
- Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap / tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
- Baik untuk basa-basi / keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di Halte kita bisa tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
- Memberikan lapangan kerja bagi buruh rokok, dokter,pedangang asongan dan perusahaan obat batuk.
- Bisa untuk alasan untuk tambah gaji karena ada post untuk rokok dan resiko baju berlubang kena api rokok.
- Bisa menambah suasana pedesaan / nature bagi ruangan ber AC ( dengan asapnya ) sehingga seolah-olah berkabut.
- Menghilangkan bau wangi-wangian ruang bagi yang alergi bau parfum.
- Kalau mobil mogok karena busi ngadat tidak ada api, maka sudah siap api.
- Membantu program KB dan mengurangi penyelewengan karena konon katanya merokok bisa menyebabkan impoten.
- Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah; batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan ( bagi yg lulus).
- Untuk indikator kesehatan; biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
- Menambah kenikmatan: sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat. Apalagi ditambah merokok !
- eh, nulis e-mail sambil ngerokok juga enak lho
Smoke On The Water,
Kiriman dari cak Faiq
Bahasa Inggris dan Jawa
Tan Tretan sadejeh,
para dulur, para sanak kadang.
Kalau kita telusuri bahasa Jawa dan bahasa English, ternyata banyak padanannya. Hingga saya berpikir, mana dulu yang menyerap, english menyerap jawa atau sebaliknya.
Salah satunya adalah "Kulkas" atau lemari Es. Lho bukannya bahasa inggrisnya Fridge. Ya tapi saudara kita dari negeri Jiran menyebutnya "Lemari Sejuk", yang kalau di inggriskan menjadi "cool case". Nah orang jawa lidahnya mengucapkan Kulkas.
Ada lagi yang lain. Ketika seorang lelaki desa ditanya oleh bule yang sedang kesasar tentang siapa orang-orang yang mengelilinginya, dia menjawab: "They are my fruit children" (mereka anak buah saya)
Simple itu ternyata susah
Posting kali ini di inspirasi oleh kutipan kata-kata mutiara dari dua orang terkenal: Leonarda da Vinci dan Albert Einstein. Berikut kutipannya:
Leonardo da Vinci
Kutipan berikutnya:
“If you can't explain it simply, you don't understand it well enough”
Bagaimana menurut anda?
Test Jangan Kates
Kemarin cak Faiz mencoba posting via email beliau
dengan menuliskan "Test...Test...Test....."
Ah, deretan kata "Test" membuat aku ingat
pada posting seorang sohib di milis alumni89
yang sulit dilupakan adalah kejenakaan tulisan tersebut :
" testing, testing ...
jangan kates kari sak piring "Mungkin sekilas terasa biasa kalimat itu mengalir
sebagaimana banyak orang mengucapkannya.....
Tapi yang membuat berkesan, yaitu bahwa
kalimat itulah yang digunakan oleh Purbandono
waktu melakukan test posting saat milis89 mulai dibentuk.
(Massage no.#3, tanggal 31 Agustus 2000, jam 9:37)
Dimana dia sekarang berada? Kita rindu
membaca posting beliau. Juga termasuk rindu dengan
lantunan gitar sohib Beatles mania yg satu ini.
Michael, In My Life, The Long And Winding Road....
Where are you now? <<<< global
Dik'ma sampian setia, kak? <<<< lokal (jelbuk) Selengkapnya......
Manusia .... besar atau kecil ?
Selasa, 12 Agustus 2008
Pernahkan Anda membayangkannya?
Pada waktu benda-benda angkasa ini diperbandingkan 
kita menjadi sadar betapa kecilnya bumi dan kita para penghuninya.
Jagad raya yang sangat besar.
Dalam skala ini bumi kita tidak kelihatan lagi
Di sini matahari hanya sebesar debu!
Antares adalah bintang ke 15 yang paling terang di angkasa.
Jaraknya lebih dari 1000 tahun cahaya dari bumi.
Lalu . . .
Siapakah kita?
Apakah tujuan hidup kita?
Apa yang membuat hidup kita, manusia, berharga?
Masihkah kita bisa menepuk dada & berkata "inilah aku!"...??
Kiriman dari jeng Leni
Hidup sehat
10 Keuntungan Bercinta Secara Teratur
Senin, 11 Agustus 2008
Sebenarnya hidup sehat tidaklah sesulit atau serumit yang diperkirakan sebagian orang. Hidup sehat dengan bercinta secara rutin jauh lebih mudah, murah dan menyenangkan dari pada melakukan diet misalnya. Jadi, membina hubungan lebih intim dengan pasangan susah pasti bakal menyehatkan.
Menurut para ahli, melakukan hubungan seksual secara teratur memiliki pengaruh yang luar biasa untuk kesehatan. Para dokter juga mengklaim bahwa bercinta dapat memperlambat proses penuaan, meningkatkan sistem kekebalan, meningkatkan sirkulasi dan membuat hidup lebih lama. Beberapa ahli percaya bahwa cara yang paling efektif untuk berpenampilan tetap muda adalah menpertahankan kehidupan seks yang aktif.
Seks adalah olah raga yang paling menyenangkan, sebab seks dapat meningkatkan denyut jantung dan mempompa oksigen sekitar tubuh yang dapat meningkatkan sisitem kekebalan.
Berikut 10 keuntungan seks buat kesehatan:
- Menjadikan awet muda. Menurut penelitian, orang yang melakukan hubungan seksual tiga kali dalam seminggu terlihat empat sampai tujuh tahun lebih muda. Hal ini karena seks merupakan bentuk olah raga yang memberikan peremajaan kulit. Hubungan seks dilakukan dengan penuh semangat berarti akan banyak oksigen yang terpompa di sekitar tubuh yang dibawa darah dan nutrisi pada permukaan kulit.
- Membuat tubuh menjadi fit. Meskipun seks bukan cara paling efektif untuk menurunkan berat badan, Anda dapat membakar antara 100 dan 250 kalori per jam dan juga olah raga otot-otot secara menyeluruh.
- Meningkatkan mood. Ketika seorang wanita mencapai orgasme, mereka mengeluarkan suatu hormon seks yang disebut oxytocin yang diproduksi oleh bagian dasar otak yang dapat membangkitkan perasaan emosional seperti kehangatan dan saling asuh yang membantu meningkatkan pertalian di antara dua orang.
- Menjaga Anda tetap langsing. Hubungan seksual meningkatkan tingkat insulin-seperti faktor penumbuh (IGF)-suatu hormon yang dapat mengontrol aktifitas enzim dalam sel-sel yang bertanggung jawab pada metabolisme lemak. Ketika tingkat IGF lebih tinggi dikeluarkan, membantu menghacurkan lapisan lemak.
- Meningkatkan kekebalan. Penelitian telah menunjukkan bahwa orgasme dapat membantu menstimulus sistem kekebalan. Hal ini terjadi karena dapat meningkatkan tingkat T3 dan T4 sel lymphocyte-sejenis sel darah putih yang dapat memproduksi anti bodi dan menyerang infeksi sebanyak 20%.
- Mengurangi stress. Ada bukti ilmiah yang kuat bahwa orgasme dapat memicu pengeluaran endorphins-bahan kimia yang dikeluarkan otak yang bertindak sebagai painkillers efektif.
- Membantu mencegah penyakit jantung. Seks memiliki keuntungan khusus bagi pria, terutama jika mereka berumur 40 tahun lebih. Karena seks dapat membantu meningkatkan testosteron yang dapat melindungi jantung.
- Membantu sirkulasi. Seks adalah olah raga yang dapat meningkatkan sirkulasi darah karena akan membiarkan oksigen dan nutrisi mengalir dalam aliran darah lebih mudah.
- Memperpanjang hidup. Para peneliti telah menghubungkan hidup lebih panjang dengan frekuensi seks baik pria dan wanita.
- Menurunkan resiko dalam kehamilan. Suatu penelitian tahun 1994 menemukan bahwa wanita yang melakukan seks dalam hubungan jangka panjang memiliki resiko komplikasi lebih kecil dalam masa kehamilan.
Kiriman dari cak Nainun
Selengkapnya......Tuli
Dari temen cak, semoga ber-manfaat, utk saya & kta semua ..
JERI pergi ke dokter mengeluh tentang istrinya yang sudah hilang pendengaran.
"Seberapa burukkah pendengarannya?" tanya dokter.
"Entahlah, Dok. Yang jelas saya mesti harus berteriak kalau bicara dengannya."
"Oke, cobalah anjuran saya. Berdiri sekitar 6 meter darinya, lalu katakan sesuatu. Kalau dia tak bisa mendengarmu, berdirilah lebih dekat darinya,lalu katakan yang Anda katakan tadi. Kalau dia belum juga mendengar, teruslah mendekat. Dengan begitu saya akan tahu berapa jarak maksimal pendengarannya."
Maka, Jeri pulang ke rumah dan mendapati istrinya sedang memasak di dapur. Dari jarak 6 meter ia berteriak,
"Makan apa kita malam ini?" Tak ada jawaban. Lalu ia mendekat lagi, berhenti di jarak 5 meter dan menanyakan hal yang sama. Juga tak terdengar jawaban. Begitu juga pada jarak 3 meter. Akhirnya, ia berdiri di samping istrinya. "Makan apa kita malam ini?" katanya setengah berteriak.
Istrinya berbalik menghadap Jeri, memelototinya, dan berteriak:
"Untuk keempat kali! nya kubilang: KAMBING GULING...!"
Moral of the story : Lebih mudah melihat kesalahan pada diri orang lain....dan bukan kekurangan diri kita sendiri
Kiriman dari cak Slatem
TUKANG LEDENG
Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya.
Kran itu selalu bocor hingga dia kuatir anaknya terpeleset jatuh .
Atas rekomendasi seorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya .
Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk .
Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .
Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi .
Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng .
Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor.
Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .
Sekitar 2 minggu setelah hari itu, si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ?
Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng .
Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian Mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya ?
Ya , namanya Christopher L.Jr .
Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita . Jangan pernah memberinya sampah .
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi masalah face to face
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah orang yang menyenangkan .
4. Selalu tambahkan keju sebagai pelayanan terbaik walaupun itu tidak diminta
(Author Unknown)
BONUS :
Wajar setiap orang menginginkan kesuksesan
Wajar setiap orang mengharapkan kekayaan
Wajar setiap orang menghendaki kemapanan
Yang tidak wajar adalah
kalau hanya berhenti pada harapan!
JUST DO IT ! and DO THE BEST
(Author Unknown)
Rasulullah Dengan Pengemis Yahudi Buta
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?
Aisyah RA menjawab, Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.
Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.
Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.
Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu...
Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.
1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.
3. Bantu pendidikan seorang anak.
4. Ajarkan seseorang sebuah do'a. Pada setiap bacaan do'a itu, Anda dapat hasanah.
5. Bagi CD Quran atau Do'a.
6. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
7. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
8. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.
9. Bagikan email ini dengan orang lain. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas, Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.
Aminnnnnn...
It was not the White Nights
Pertama kali nya terbang pulang ke Indonesia dari LA lewat Tokyo. Jam keberangkatan adalah 12.50 waktu LA pada tanggal 5/8, waktu tempuh diperkirakan 11jam 20menit. Berarti akan tiba untuk transit sekitar pukul 00.10 waktu LA atau pukul 16.10 di Tokyo pada tanggal 6/8. Sepanjang penerbangan ini saya hampir tidak pernah tidur (ngiler doang) karena sudah tidak tahan lagi makan masakan tanpa rempah-rempah, sambil menikmati cabin entertainment dan sesekali lihat-lihat keluar jendela.
Ketika take off, coba-coba saya hitung dan perkirakan waktu dzuhur sekitar pukul 13.30 waktu LA, dengan sangat yakin bahwa saat itu berada diatas pasific. Jadi saya lakukan dzuhur dengan duduk plus meng-qashor ashar. Setelah itu duduk tenang sambil lihat-lihat ke jendela kalau-kalau matahari mulai terbenam untuk melakukan maghrib dan isya.
Beberapa jam menunggu, matahari masih juga bersinar, saya coba lihat informasi status penerbangan, dan ... o..o.. waktu di Tokyo menunjukkan pukul 11.00, yang artinya saat itu adalah pagi hari sementara masih juga di atas pasific atau bering. Praktis ... saat itu saya tidak mengalami saat maghrib, isya, dan subuh di penerbangan ini, karena beberapa saat kemudian adalah waktu dzuhur kembali.
Saya jadi teringat satu judul film, the White Nights (lagu thema nya Separate Lives by Phil Collins), yang ceritanya dibuat di Rusia pada saat musim dingin, dimana saat itu mereka tidak mengalami malam karena matahari terus bersinar dari pagi ke siang dan pagi lagi. Dan bagi saya ini adalah pengalaman pertama yang sangat luar biasa yang telah dianugrahkan untuk saya.
Sepertinya saya harus cari referensi untuk menemukan saat maghrib, isya, dan subuh pada situasi seperti itu, karena yang saya alami bukanlah White Nights, tapi betul-betul Daylight.
Kiriman dari cak Dzul
Tips menghadapi Humidity Season di Qatar
Tips menghadapi Humidity Season di Qatar:
Kalau pekerjaan menuntut kita banyak di lapangan, bawa bbrp stel baju. Dengan baju yang basah keringat ketika masuk ruangan berAC, jurusane mesti masuk angin, dan cari tukang pijat/kerok disini susah. Usahakan ganti yg kering.
Sampai September musim sulit ini terjadi, Oktober InsyaAllah akan OK
Kiriman dari cak Khoir
Cukup Itu Berapa ?
Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib. Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup". Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh, dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana. Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang! Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup.
Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup". Kapankah kita bisa berkata cukup? Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang. Kapankah kita bisa berkata cukup?
Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. "Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.
Belajarlah untuk berkata "Cukup"
Sumber : Anonymous
Kiriman dari jeng Lina
Humidity.... (2)
Aku ada cerita juga soal musim di negeri orang ...
Minggu lalu saat aku sedang di Las Vegas, kebetulan sedang musim panas di sini,
suhu udara siang hari kurang lebih sekitar 100 derajad fahrenheit, dan humiditynya
dibawah 50%, artinya anda akan kepanasan di siang hari walaupun sudah 'ngiup',
sangat tidak nyaman. dimalam hari sekalipun sdh diatas jam 10 anda tetep masih merasakan kehangatannya.
Uniknya, ketika hari pertama di Vegas, spt biasa subuh sekitar jam 5 pagi,
dan seperti biasa juga sholat dhuhur jam 12an, ashar sekitar jam 4an, hebatnya aku belum pernah mengalami shalat maghrib jam 8.30 malam, saat matahari terbenam .... AllahuAkbar. .. ini beda sekali dengan waktu aku di Los Angeles Maret lalu,
saat itu masih musim gugur ...
Tips : gak ada salahnya buka internet liat waktu sholat di negeri orang
Kiriman dari cak Dzul
Humidity....
Kawan2 saya ada cerita dikit ... mungkin sudah ada yg tahu,
Di arab itu ya .... musim panas itu kira2 mei - agustus atau sept ...
Tapi tahu enggak kalau di bulan mei - juni walaupun kita kepanasan .. tapi nggak keringatan ... terus mulai bulan juli - agustus ... wah kita mau buka pintu rumah saja .. sudah keringatan ...
eh ternyata khan karena humidity .. itu lho ... kelembapan udara...Jadi karena kelembapan udara bln mei-juni rendah sekali .. kita nggak keringatan ... nah pada bulan ini kalo anda mau mengeringkan pakaian cepet banget .... 3 - 4 jam udah kering & nggak usah dijemur diluar rumah!!
Cuman waktu juli-agustus. .. atau mungkin sampe sept .. wah ... bisa2 1 hari nggak kering2 ... nek ngono .. waktu Juli - sept terpaksa ... pake side A & B ... :-))
Maha besar Engkau ya Allah ....
Wassalam,
Kiriman tulisan dari cak Slatem
Gagal PILKADA, coba bunuh diri
Selasa, 05 Agustus 2008
Dari Kompas 5/08/2008
HMZ Yuli Nursanto depresi setelah kalah dalam pilkada Calon Bupati Ponorogo 2005. Sekarang terdakwa kasus utang-piutang miliaran rupiah dan mencoba bunuh diri
Korban pilkada lainnya:
Sutrisno Hafidz, cabup yang diberangkatkan PKB Nganjuk, kini berurusan dengan aparat berwajib karena dugaan penipuan Rp 1 miliar terhadap seorang warga asal Madura. Cabup yang kalah dalam pemilihan 4 Maret 2008 itu juga diadukan warga Kediri dengan dugaan kasus yang sama, tapi nilainya Rp 10 juta. Sutrisno Hafidz kelabakan mencari tambahan dana untuk mencetak atribut dan kaus kampanye. Karena sudah terdesak, warga asal Desa Baron, Kecamatan Baron, ini berutang Rp 1 miliar ke Hj Fatonah (49), warga Jl Kebon Anyar, Desa/Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan. Namun, saat pembayaran, cek yang diserahkannya ternyata kosong alias tak bisa diuangkan.
Selengkapnya baca di sini
Menyedihkan! Akan jadi apa negeri kita dengan "Demo-Crazy" ini!

