Latest news

Insya Allah kita akan mengadakan Reuni Akbar di tahun 2009. Jangan sampai ketinggalan acara yg akan HEBOH itu dg mendaftar pada : Dora 085214812345, Etty 081321298399, Wiwied 081227371071 dan Faiz 081231179505.

Kunci-kunci rezeki

Kamis, 29 Januari 2009

Berikut ini adalah petunjuk kunci rezeki..

1.Istighfar

2.Tawakal (Lafal Tawakal..contoh: La Hawla Wala Kuwwata Illaa Billah)

3.Perbanyak Syukur

4.Menegakan sholat dan sabar

5.Melaksanakan Shalat sunnah dhuha

6.Melaksanakan Shalat sunnah hajat

(Siapa yang mempunyai hajat kepada Allah atau kepada manusia hendaknya dia berwudhu dgn sempurna dan hendaklah dia sholat dua raka'at san mengagungkan Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi SAW .HR Tirmidzi& Nasai)

7.Melaksanakan Shalat sunnah istikharah

8.Melaksankan Shalat sunnah tahajud

9.Sedekah / Infaq dengan harta terbaik

(Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. QS Al Baqoroh:261)

10.Taqwa (Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu

(QS: Ath.Thalaq 2-3)

--------------------

Dikutip dari Ust. Yusuf Mansyur di Facebook

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 08.15 0 komentar  

Kembali Ke Al-Qur'an

Selasa, 27 Januari 2009

Assalamu’alaikum wr wb,

Sehat itu mahal harganya, apabila tubuh kita ini sehat maka kehidupan kita disadari atau tidak insya Allah senantiasa merasa tenang, senang, lapang dan beraktifitas dengan maksimal. Akan tetapi sebaliknya bila tubuh kita tidak sehat dapat dipastikan kegiatan akan terhambat, tidak bersemangat, mudah sekali emosi atau tersinggung sehingga hari-hari akan kita lalui dengan suram.

Seperti yang kita tahu khususnya orang kita sebagai muslim sering mendengar bahwa “Al-Qur’an adalah penyembuh segala penyakit” dan “Tidak akan berubah nasib suatu kaum apabila kaum itu tidak mau merubahnya”.

Berbagai cara digali, dikelola dan diklaim berasal dari Al-Qur’an untuk mengupayakan kesembuhan penyakit. Mulai dari membaca satu atau beberapa ayat hingga sekian puluh, ratus bahkan ribuan kali; menuliskan ayat diatas selembar kertas lalu dibakar, abunya dimasukkan kedalam air dan diminum; hingga doa-doa khusus yang dibaca agar penyakit bisa berpindah ketubuh hewan.

Belum lagi yang berikhtiar harus ke -maaf- dukun, melakukan ritual-ritual khusus mohon kesembuhan, pergi kedokter mulai dari dokter umum hingga yang sudah bergelar professor, meminum obat2an hingga operasi sampai keluar negeri dengan biaya yang selangit.Pertanyaannya adalah apakah semua itu benar? Apakah semua itu pasti berhasil?

Wallahualam pada kenyataannya banyak yang berakhir di ritual-ritual sesat atau berakhir di meja operasi, naudzubillahimindzalik………

Semua adalah ikhtiar, semua adalah usaha agar kita menjadi sembuh dan sehat asal tidak bertentangan dengan ajaran agama insya Allah hal itu sah-sah saja. Tapi sebenarnya tahukah kita bahwa segala penyakit itu datangnya dari diri kita? Bukan berasal virus, kuman bakteri, nyamuk, mutasi sel dan sebagainya. Memang ketika kita sakit ketika diteliti ada yang namanya virus, kuman, bakteri yang merajalela didalam tubuh kita tapi itu bukanlah sebab itu hanya akibat !!

Ya…. semua yang diklaim sebagai sebab sakit sebetulnya adalah akibat dari perbuatan kita sendiri, tingkahlaku kita sehari-hari yang kurang terpuji dihadapan Allah SWT. Dimana perilaku yang kurang terpuji tersebut (baca: akhlak yang kurang baik) menjadikan malaikat Atid terus mencatat dan mencatat serta melaporkannya di hadapan Allah SWT, dimana sudah berjalan bertahun-tahun bahkan mungkin juga sudah berbelas bahkan berpuluh tahun sehingga akhirnya Allah menurunkan suatu musibah berupa penyakit sebagai pengingat kita umatNya agar segera kembali kejalanNya.Hal ini mungkin luput dari perhatian kita semua tapi hal itu sudah terdapat dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang sudah berabad-abad lalu tercipta dan sudah dijamin keabsahannya dan kebenarannya serta tak terbantahkan hingga akhir jaman bahkan Allah SWT sendiri yang menjamin.

Coba kita renungkan ayat-ayat berikut, mari kita baca satu-persatu dengan pelan, teliti dan arif.

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar dari kesalahan-kesalahanmu. Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah. QS: As-Syuura 42 :30-31

Nah…….sudah jelas disini bahwa apapun musibah itu yang menimpa kita adalah awalnya karena perbuatan kita sendiri, karena kesalahan-kesalahan kita sendiri, karena dosa-dosa kita sendiri, astaghfirullah……….

Apakah memang benar seperti itu hanya karena dosa dan kesalahan kita saja dan bukan seperti apa yang sudah kita yakini selama ini bahwa penyakit datangnya dari virus, kuman bakteri, pemanasan global, lapizan ozon dan sederet alasan ilmiah lain????Jawabannya adalah benar!!!

Mengapa terlihat sederhana sekali?? Mengapa hanya karena dosa dan kesalahan kita lalu tiba-tiba kita bisa menderita suatu penyakit bahkan hingga yang parah sekalipun??

Sebenarnya tidak sesederhana itu, pada ayat diatas Allah sudah menerangkan bahwa dosa dan kesalahan kita banyak sekali diampuni olehNya, karena kita sendiripun tidak akan sadar bahkan mungkin tidak bisa menghitung dosa kita setiap harinya. Dosa dan kesalahan itu kita kerjakan terus menerus dari hari kehari, bulan ke bulan bahkan hingga berpuluh tahun barulah Allah akan menurunkan suatu musibah dalam hal ini penyakit semata-mata hanya sebagai hukuman, sebagai peringatan, sebagai sentilan, sebagai jeweran bagi kita agar segera sadar bahwa kita memang banyak salah dan dosa agar kita segera mau kembali ke jalan Allah (…..dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah).

Sudah jelas disini disebutkan kata-kata “pelindung dan penolong’ berarti kalau kita mau selamat dari musibah, kalau kita mau sembuh dari penyakit maka kita harus kembali kepada pelindung dan penolong kita yaitu Allah SWT.

Hal ini juga akan diperjelas lagi oleh Allah SWT melalui firmanNya yang lain yang berbunyi:

Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. QS: An-Nissa 4 :111

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan buat kita semua dan kami khususnya dan bisa bermanfaat bagi diri kita pribadi dan orang lain (bila kita mau menyampaikannya), juga bagi keluarga kita.

Semoga dengan sekelumit bahasan ini bisa membantu kita semua agar bersegera kembali, bersegera meminta ampunan dan perlindungan Allah SWT. Dan jika ada kebenaran yang tertuang di artikel ini semata-mata itu hanyalah karena Rahmat Allah SWT dan jika ada kesalahan yang tertuang semata-mata dikarenakan kekhilafan kami sebagai manusia yang penuh salah dan dosa.

Wassalam

 

Kiriman dari den Bagus, kutipan dari http://akhlakmuliacenter.com

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 15.34 0 komentar  

Selamat pagi...

Walau Senin tdk begitu cerah, mari kita awali dengan Doa yang Indah...

Aku meminta kepada Allah untuk menyingkirkan penderitaanku. Allah menjawab, Tidak. Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Allah untuk menyempurnakan kecacatanku.

Allah menjawab, Tidak. Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Allah untuk menghadiahkanku kesabaran.

Allah menjawab, Tidak. Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan, itu harus dipelajari.

Aku meminta kepada Allah untuk memberiku kebahagiaan.

Allah menjawab, Tidak. Aku memberimu berkat. Kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepada Allah untuk menjauhkan penderitaan.

Allah menjawab, Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi dan membawamu mendekat padaKu.

Aku meminta kepada Allah untuk menumbuhkan rohku.

Allah menjawab, Tidak. Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta kepada Allah segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.

Allah menjawab, Tidak. Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal. 

Aku meminta kepada Allah membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.

Allah menjawab.., akhirnya kau mengerti. HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN. Bagi dunia kamu mungkin hanyalah seseorang, Tetapi bagi seseorang kamu adalah dunianya.

 

Kiriman dari jeng Sesi.

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 13.43 0 komentar  

Cemburu

Dalam kehidupan berpasangan (menikah), rasa cemburu merupakan suatu bentuk kewajaran yang tidak bisa dihindari. Karena bagaimanapun, di luar sana masih banyak “pemandangan” yang menyenangkan. Manusiawi dan wajar. Tetapi hal ini tidak lagi manusiawi dan menjadi tidak wajar jika dilakukan secara berlebihan.

Tiap orang bereaksi secara berbeda terhadap hal ini. Secara umum dikatakan wanita lebih ekspresif dalam pengungkapannya. Bisa dimengerti karena perasaan menjadi hal yang dominan. Perasaan ini muncul sebagai bentuk tindakan kewaspadaan, kecurigaan dan reaksi dari pembacaan “tanda-tanda” di sekitar. Tindakan yang mungkin dilakukan :

1. Kontrol. Biasanya dilakukan dengan kontrol terhadap posisi dan kondisi pasangan. Sehingga ada jadual seperti di salah satu iklan komersial “Dimana ? Lagi ngapain ? Sama siapa?”. Padahal jika “kecurigaan” ini tidak berdasar maka yang dikontrol menjadi risi di hadapan teman-temannya. Eh, harus lapor komandan.

2. Pembatasan ruang gerak. Dilakukan dengan berbagai cara, misal dengan membatasi uang saku, asal cukup pulang pergi dari rumah ke tempat kerja. Biar nggak bisa untuk sewa losmen atau hotel (ups!). Padahal, si pasangan akan menjadi bersiasat. Simpan uang lebih di bawah jok, kotak alat, bahkan jadi rajin nabung.

3. Pengeledahan. Lihat hp-nya ada sms mencurigakan nggak, lihat dompetnya, bau bajunya. Padahal semua sms terkait sudah dihapus, dompet sudah disterilkan dan bau baju sudah dinetralisir.

4. Macem-macem deh pokoknya.

Kontrol, pembatasan atau tindakan apapun umumnya berujung pada pengekangan gerak. Hewan peliharaan jika dijerat tali yang pendek akan berontak. Jika dibiarkan lepas maka dia akan lari. Mending dilepas saja, dengan diberi pagar secukupnya agar merasakan cukup kebebasan. Pengekangan berlebihan nanti akan berhadapan dengan Naif “posesif”.

Tindakan-tindakan seperti ini cuma akan menjadi bentuk penyiksaan diri. Yang menjadi dasar adalah ketidak mauan “berbagi”. Cinta, kasih sayang diharapkan didapat utuh 100%. Kawatirnya, jika berbagi jadi separuhnya. Padahal, cinta dan kasih sayang merupakan produk yang tidak akan kering sumbernya. Kalau mencintai, mengasihi atau menyayangi seseorang di masa lalu, rasa itu akan tetap ada, akan muncul lagi, tinggal menunggu pemicunya.

Selingkuh pada dasarnya adalah bentuk kecurangan, dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Maka dari itu kalau pengin dengan “yang lain” mending ketahuan saja, jadi sudah nggak bisa dibilang selingkuh (he 3x).. Belum lagi ada perselingkuhan bentuk lain, misal selingkuh dengan pekerjaan, dengan mancing, dengan file atau hal-hal lain yang nggak punya jenis kelamin.

Jadi biar saja, karena jika kemauan sudah kuat maka berbagai siasat dan akal akan dilakukan. Daripada menyiksa diri, mending direlakan. Kalau toh “peliharaan” itu lepas maka yang perlu dilakukan adalah menyatakan bahwa “yang rugi dia, bukan saya. Kalau sampai pulang, nggak akan saya kasih makan”. Simple.

Tentang saya, ah kayaknya nggak usah tahu deh.

Gatut,

Mungkin aku patut..membenci dia - Tere

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 13.39 0 komentar  

Poligami

Kata yang mengundang senyum manis para pria dan senyum masam para wanita. Tapi toh sejarah ke sejarah banyak mencatat kisahnya. Kaisar, raja, bangsawan, tuan tanah dll sering identik dengan pola seperti ini. Istana, harem, keputren atau apapun istilahnya. Bahkan ada cerita seorang kepala suku dengan 40 pengawal pribadi laki-laki yang semuanya adalah anak sulungnya. Wuih, betul-betul pasukan khusus!

Biar bagaimanapun, poligami merupakan topik menarik. Simak sapaan akrab teman-teman yang lama nggak ketemu. “Istrinya sudah berapa?”. Atau jika di suatu forum diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri maka biasanya “Nama saya X, istri baru satu”. Bagi laki-laki kayaknya hal ini menjadi cita-cita yang digantung setinggi langit.

Dari banyak kejadian dan peristiwa, sepertinya penyebab umum laki-laki melakukan poligami adalah sebagai berikut :

1. Memberikan “perlindungan” bagi yang membutuhkan, misal yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad.

2. Keberuntungan dalam mencari nafkah. Biasanya hal ini memicu keinginan untuk membuka “kantor cabang” dengan tetap mempertahankan “kantor pusat”.

3. Ketidak hadiran anak-laki-laki. Biasanya istri yang hanya “memberi”anak-anak perempuan akan diduakan dalam upaya membuka “pabrik”baru. Padahal alasan seperti ini, lemah jika ditinjau dari sisi medis. Secara genetis, laki-laki adalah pembawa sifat (kromosom XY), jadi yang menentukan jenis bibitnya. Wanita lebih berfungsi sebagai “kebun bibit” untuk menyemaikan., sehingga hanya bisa pasrah menerima apaun jenis bibitnya. So, kalau ada yang hanya punya anak perempuan, maka ketidak hadiran anak laki-laki bukanlah kesalahan istri. Ungkapan “kamu nggak bisa ngasih aku anak laki-laki” adalah satu ungkapan bodoh. Toh, untuk apa terperangkap dengan keinginan ini, jika nggak punya kerajaan untuk diwariskan, tidak punya gelar untuk diturunkan atau punya nama besar yang bisa digariskan. Toh, pada hakekatnya itu juga nggak penting. Cukup disadari bahwa, mungkin kita hanya dipercaya untuk dititipi anak perempuan. Atau anggap saja anak-anak perempuan merupakan “rem” bagi kelakukan bapaknya (he 3x).

Note : Halo Sisil dengan 3 anak perempuan. Seorang yang cukup alim pernah mengatakan bahwa jika bisa menjaga 3 anak perempuan tetap suci sampai pernikahannya, maka tiket surga sudah di tangan. Nah khan, ketidak hadiran anak laki-laki bisa disyukuri, setidaknya tidak perlu inden atau antri tiket, sudah punya free pass-nya.

4. Kemauan (hak) laki-laki. Karena merasa sudah diperintahkan untuk mengawini 2, 3, 4 atau bahan ada yang menafsirkannya sebagai jumlahnya.

5. Menghindari “jajan”. Karena membutuhkan “penyaluran” maka dianggap memerlukan “saluran-saluran” baru. Sehingga jika yang satu mampet, yang lain masih bisa dialiri. Agar higienitas dan keabsahan tetap terjaga maka harus dilakukan secara yuridis formal. Nah, lo bahasanya.

6. Kemampuan laki-laki (maaf) di atas ranjang, sifat, kepribadian dan yang sejenis.. No comment.

Apapun alasan yang tersedia di atas, ada satu teori yang menarik. Poligami awalnya merupakan konsep untuk “membagi cinta”. Hal ini dilakukan untuk menghindari kecintaan yang terlalu berlebihan pada satu orang sehingga dianggap menduakan Yang Tunggal. Sehingga, seorang istri yang merelakan suaminya meniti jalan “pembagian cinta” akan mendapatkan nilai yang tinggi, karena memang berat untuk dilakukan. Ya?

Kodrati atau hanya sekedar fakta memang begitulah adanya. Jumlah wanita masih jauh lebih banyak, sehingga “jatah” untuk laki-laki masih terbuka lebar. Poliandri nggak boleh, di pelajaran SMA dulu katanya karena akan susah menentukan siapa bapaknya. Tapi dengan kemajuan teknologi DNA, alasan ini menjadi gugur. Kayaknya alasan kodrat lebih bisa diterima.

Tentang saya sendiri, ijin sejak awal sudah diberikan. Tapi nggak pernah saya pakai, soalnya satu aja nggak habis-habis. He 3x

 

Gatut,

Cinta ini memang untuk dirimu ... dan untuk dirinya - Pinkan Mambo

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 12.45 0 komentar  

KISAH MARTABAK SPECIAL

Di sebuah komplek perumahan PNS tinggallah empat orang anak, sebut saja namanya Lalas Simalas, Eep Episien, Ran Aturan, dan Aam Amtenar.

Suatu hari, Ibu-ibu mereka sepakat untuk makan martabak. Karena itu setiap ibu menyuruh anaknya beli martabak dan membekali mereka masing-masing dengan uang Rp. 50.000,-.

Lalas dari awal sebenarnya tidak begitu selera dengan martabak. Dia lebih suka KFC atau McDi. Tapi karena didesak-desak ibunya, ketika sudah cukup malam akhirnya dia keluar juga, namun sayangnya semua penjual martabak sudah kehabisan. Akhirnya dia pulang dan mengembalikan uang Rp. 45.000. Dia hanya pakai Rp. 5000 untuk sekali naik ojeg pp.

Eep sudah tahu martabak special yang sangat enak di warung dekat pasar. Harganya Rp. 25.000. Ongkos ojeg ke sana pulang pergi Rp. 5000,- Eep memutuskan naik sepeda, beli martabak special, kemudian menyerahkan martabak special itu ke ibunya beserta uang kembalian Rp. 25.000,-

Ran Aturan tahu martabak special harganya cuma Rp. 25.000. Tapi daripada uangnya sisa banyak, dia gunakan sekalian untuk beli bakso dan es campur kesukaannya di warung sebelah martabak, sambil nunggu martabaknya jadi. Dia hanya minta agar bonnya disatukan dengan martabaknya. Pulang ke ibunya, dia serahkan martabak special dan uang kembalian Rp. 5000,- Katanya harga martabaknya Rp. 40.000. Kemudian di dapur dia berbagi bakso + es campurnya dengan adiknya.

Aam sebenarnya juga sudah tahu warung martabak special itu. Namun dia perlu pergi beberapa kali. Yang pertama katanya buat survei untuk membandingkan berbagai jenis martabak yang ada di pasar. Pulang laporan dulu. Lalu pergi lagi untuk memastikan spesifikasi dan harganya. Pulang laporan lagi. Baru ketiga kalinya dia pergi untuk membeli martabak itu. Kali ini ia minta ditemani adiknya. Dia bagian beli, adiknya bagian yang membawa. Masing-masing sewa ojeg sendiri. Total dia perlu sewa ojeg empat kali pp. Ketika dia pulang ke ibunya, dia hanya menyerahkan martabak biasa yang Rp. 10.000-an. Tidak ada uang kembalian karena tiap kali naik ojeg katanya habis Rp. 10.000.

Keempat anak itu tidak tahu, kalau ibu-ibu mereka sering ketemu dalam arisan. Jadi ibu-ibu itu tahu berapa harga martabak special atau tarif ojeg yang riel. Apa komentar ibu-ibu mereka?

Ibunya Lalas (bernada kesal): Anakku ini jika sudah punya prinsip, susah. Bakatnya jadi demonstran.

Ibunya Eep: Anakku gak bakat jadi birokrat, jadi PNS-pun sepertinya susah. Ntah mau jadi apa dia ?

Ibunya Ran: Anakku berbakat jadi birokrat. Dapat meraih target dan masih untung lagi.

Ibunya Aam: Oh Anakku lebih berbakat jadi birokrat. Daya serap anggarannya 100%!

Tiga puluh tahun kemudian:

Menteri Keuangan mengeluhkan daya serap APBN Kabupaten Anu yang bupatinya adalah Lalas. Sudah November, ada proyek infrastruktur di sana yang belum juga dimulai. Konon karena kemauan bupati yang aktivis suatu parpol ini berseberangan dengan DPRD yang didominasi parpol lain.

Eep jadi pengusaha sukses. Dia sempat menjadi salah satu pembayar pajak terbesar. Meskipun krisis ekonomi melanda, perusahaan Eep tetap bertahan karena efisien. Ketika ada Pilkada, Eep diminta maju oleh banyak orang sebagai calon independen, dan terpilih. Akhirnya Eep dikenal orang sebagai Bupati yang gigih melakukan reformasi birokrasi. Pemerintahannya bergaya enterpreneur, pelayanannya prima dan index pembangunan manusia di daerahnya meningkat pesat.

Ran juga menjadi bupati di suatu daerah, tetapi sepertinya index pembangunan manusia selama pemerintahannya masih seperti tiga puluh tahun yang lalu. Yang berubah cuma rumah Ran yang kini tampak megah, mobilnya yang mewah dan dan anak-anaknya yang bisa kuliah di Luar Negeri.

Aam jadi bupati juga, setelah sebelumnya lama jadi birokrat. Tetapi kemudian ia berurusan dengan KPK, karena selama jadi birokrat biasa memarkup anggaran, seakan-akan seisi dunia tutup mata.

Kiriman cak Imam, dikutip dr milis sebelah.

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 12.23 0 komentar  

AKU MAU MAMA KEMBALI

Jumat, 23 Januari 2009

(Sebuah kisah teladan dari negeri China)

Untuk siapapun yang mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari ortu kuncinya satu memaafkan, sehingga kedamaian ada pada hidup kita, jaman dulu sdh biasa ortu bertindak seperti itu, banyak faktor, salah satunya kemiskinan dan pendidikan yg rendah.

Semoga tulisan dibawah ini membawa kita semua, terutama yg mengalami hal-hal buruk, setelah membaca e-mail ini ada damai dalam hidup kita, Amin.

Di Propinsi Zhejiang China, ada seorang anak laki-laki yang luar biasa, sebut saja namanya Zhang Da.

Perhatiannya yang besar kepada Papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.

Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka merekapun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya.

Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China.

Tepatnya 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu, kota Nanjing, serta disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh) orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.

Mengikuti kisahnya di televisi, membuat saya ingin menuliskan cerita ini untuk melihat semangatnya yang luar biasa.

Bagi saya Zhang Da sangat istimewa dan luar biasa karena ia termasuk 10 orang yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar manusia.

Atau lebih tepatnya ia adalah yang terbaik diantara 140 juta manusia. Tetapi jika kita melihat apa yang dilakukannya dimulai ketika ia berumur 10 tahun dan terus dia lakukan sampai sekarang (ia berumur 15 tahun), dan satu-satunya anak diantara 10 orang yang luarbiasa tersebut maka saya bisa katakan bahwa Zhang Da yang paling luar biasa di antara 1,4 milyar penduduk China.

Pada waktu tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras.

Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang Papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan.

Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggungjawab yang sangat berat.

Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk Papanya dan juga dirinya sendiri, ia juga harus memikirkan obat-obat yang yang pasti tidak murah untuk dia.

Dalam kondisi yang seperti inilah kisah luar biasa Zhang Da dimulai. Ia masih terlalu kecil untuk menjalankan tanggung jawab yang susah dan pahit ini.

Ia adalah salah satu dari sekian banyak anak yang harus menerima kenyataan hidup yang pahit di dunia ini.

Tetapi yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah.

Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggungjawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya.

Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.

Ia mulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil.

Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji-bijian dan buah-buahan yang ia temui.

Kadang juga ia menemukan sejenis jamur, atau rumput dan ia coba memakannya.

Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan.

Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat-obatan untuk papanya.

Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.

ZhangDa Merawat Papanya yang Sakit.

Sejak umur 10 tahun, ia mulai tanggungjawab untuk merawat papanya.

Ia menggendong papanya ke WC, ia menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya, ia membeli beras dan membuat bubur, dan segala urusan papanya, semua dia kerjakan dengan rasa tanggungjawab dan kasih.

Semua pekerjaan ini menjadi tanggungjawabnya sehari-hari.

Zhang Da menyuntik sendiri papanya.

Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini.

Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli.

Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya.

Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri.

Saya sungguh kagum, kalau anak kecil main dokter-dokteran dan suntikan itu sudah biasa.

Tapi jika anak 10 tahun memberikan suntikan seperti layaknya suster atau dokter yang sudah biasa memberi injeksi saya baru tahu hanya Zhang Da.

Orang bisa bilang apa yang dilakukannya adalah perbuatan nekad, sayapun berpendapat demikian.

Namun jika kita bisa memahami kondisinya maka saya ingin katakan bahwa Zhang Da adalah anak cerdas yang kreatif dan mau belajar untuk mengatasi kesulitan yang sedang ada dalam hidup dan kehidupannya.

Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik.

Aku Mau Mama Kembali.

Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara (MC) bertanya kepadanya, "Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja.

Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir.

Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!"

Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa-apa.

MC pun berkata lagi kepadanya, "Sebut saja, mereka bisa membantumu"

Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar iapun menjawab, "Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu Papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!" demikian Zhang Da bicara dengan suara yang keras dan penuh harap.

Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, sayapun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya.

Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah agar ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya.

Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya.

Aku Mau Mama Kembali, sebuah ungkapan yang mungkin sudah dipendamnya sejak saat melihat mamanya pergi meninggalkan dia dan papanya.

Tidak semua orang bisa sekuat dan sehebat Zhang Da dalam mensiasati kesulitan hidup ini.

Tapi setiap kita pastinya telah dikaruniai kemampuan dan kekuatan yg istimewa untuk menjalani ujian di dunia.

Sehebat apapun ujian yg dihadapi pasti ada jalan keluarnya...di tiap-tiap kesulitan ada kemudahan dan Allah tidak akan menimpakan kesulitan diluar kemampuan umat-Nya.

Jadi janganlah menyerah dengan keadaan, jika sekarang sedang kurang beruntung, sedang mengalami kekalahan.... bangkitlah!

Karena sesungguhnya kemenangan akan diberikan kepada siapa saja yg telah berusaha sekuat kemampuannya.

(Dituliskan oleh (Cicilia-China) di Kompas.COM pada Kolom Kita 22 Juli 2006)

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 14.00 0 komentar  

JANJI

(a touching story from India)

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran,

"berapa lama lagi kamu baca Koran itu? Tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan."

Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu tampak ketakutan air matanya mengalir.

Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice).

Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun dia sangat tidak suka makan curd rice ini.

Ibu dan istriku masih kuno mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect".

Aku mengambil mangkok dan berkata,

"Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak2 sama ayah."

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku.

Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, "boleh ayah.... akan aku makan curd rice ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan aku habiskan, tapi aku akan minta..." agak ragu2 sejenak... "...akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya. Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaanku?"

Aku menjawab, "Oh pasti sayang".

Sindu tanya sekali lagi, "betul ayah?"

"Yah pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku.

Aku sedikit khawatir dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang."

Sindu menjawab, "jangan khawatir, Sindu tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu.

Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya.

Setelah Sindu melewati penderitaannya dia mendekatiku dengan mata penuh harap dan semua perhatian (aku, istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya.

Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin pada Hari Minggu.

Istriku spontan berkata, "permintaan gila, anak perempuan dibotakin, tidak mungkin!"

Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita.

Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak."

Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak ada 'yah, tak ada keinginan lain," kata Sindu.

Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untuk mengerti perasaan kami."

Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana menderitanya aku menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji untuk memenuhi permintaan aku kenapa ayah sekarang mau menarik perkataan ayah sendiri? Bukankah ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala ) untuk memenuhi janjinya raja rela memberikan tahta, kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri."

Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "janji kita harus ditepati."

Secara serentak istri dan ibuku berkata, "apakah aku sudah gila?"

"Tidak," jawabku, "kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidak akan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri."

"Sindu permintaanmu akan kami penuhi."

Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari senin aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya.

Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." yang mengejutkanku ternyata kepala anak laki2 itu botak aku berpikir mungkin "botak" model jaman sekarang.

Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, "anak anda, Sindu benar2 hebat. Anak laki2 yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

Wanita itu berhenti berkata-kata, sejenak aku melihat air matanya mulai meleleh dipipinya

"bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi ke sekolah takut diejek oleh teman2 sekelasnya.

Nah, minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk mengatasi ejekan yang mungkin terjadi.

Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish.

Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia."

Aku berdiri terpaku.

Dan tidak terasa air mataku meleleh.

Malaikat kecilku tolong ajarkanku tentang arti sebuah kasih.

(Author Unknown)

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 10.49 0 komentar  

KITA PUNYA HARAPAN......

Tulisan singkat dari Prof. Yohanes Surya,

Beberapa kesan dari Olimpiade Fisika Dunia ke 37 Singapore 2006 - Jayalah Indonesia.

Berikut ini sedikit cerita yang berkesan dari hasil IPHO 2006, Singapore.

1. Waktu upacara pembagian medali, dutabesar kita duduk di samping para dutabesar dari berbagai negara seperti filipina, thailand, dsb.

Waktu honorable mention disebutkan, ternyata tidak ada siswa Indonesia.

Dubes-dubes bertanya pada dubes kita (kalau diterjemahkan) "kok nggak ada siswa Indonesia".

Dubes kita tersenyum saja.

Kemudian setelah itu dipanggil satu persatu peraih medali perunggu.

Ada yang maju dari filipina, thailand, kazakhtan dsb.

Lagi-lagi dubes negara sahabat bertanya "kok nggak ada siswa Indonesia?"

Kembali dubes kita tersenyum.

Dubes kita menyalami dubes yang siswanya dapat medali perunggu.

Kemudian ketika medali perak disebut, muncul seorang anak kecil (SMPI Athirah Makasar) dengan peci dengan mengibarkan bendera kecil, dan namanya diumumkan Muhammad Firmansyah Kasim.. dari Indonesia...

Saat itu dubes negara sahabat kelihatan bingung, mungkin mereka berpikir "nggak salah nih...".

Ketika mereka sadar, mereka langsung mengucapkan selamat pada dubes kita.

Tidak lama kemudian dipanggil mereka yang dapat medali emas.

Saat itu dubes negara sahabat kaget luarbiasa, 4 anak Indonesia maju ke panggung berpeci hitam dengan jas hitam, gagah sekali.

Satu persatu maju sambil mengibar-ngibarkan bendera merah putih.

Mengesankan dan mengharukan.

Semua dubes langsung mengucapkan selamat pada dubes kita sambil berkata bahwa Indonesia hebat.

Tidak stop sampai disitu. ketika diumumkan "the champion of the International physics olympiadeXXXVII is....... Jonathan Pradhana Mailoa" (SMUK BPK Penabur 1 Jakarta).

Semua orang Indonesia bersorak.

Bulu kuduk merinding....

Semua orang mulai berdiri, tepuk tangan menggema cukup lama... Standing Ovation....

Hampir semua orang Indonesia yang hadir dalam upacara itu tidak kuasa menahan air mata turun.

Air mata kebahagiaan, air mata keharuan.... Air mata kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang besar....

Segala rasa capai dan lelah langsung hilang seketika... sangat mengharukan....

2. Selesai upacara, semua orang menyalami.

Orang Kazakhtan memeluk erat-erat sambil berkata "wonderful job..."

Orang Malaysia menyalami berkata "You did a great job..."

Orang Taiwan bilang: "Now is your turn..."

Orang filipina: "amazing..."

Orang Israel "excellent work..."

Orang Portugal: "portugalis great in soccer but has to learn physics from Indonesia"

Orang Nigeria: "could you come to Nigeria to train our students too?"

Orang Australia: "great...."

Orang belanda: "you did it!!!"

Orang Rusia mengacungkan kedua jempolnya..

Orang Iran memeluk sambil berkata "great wonderful..."

86 negara mengucapkan selamat...

Suasananya sangat mengharukan... saya tidak bisa menceritakan dengan kata-kata.....

3. Gaung kemenangan Indonesia menggema cukup keras.

Seorang prof dari Belgia mengirim sms seperti berikut:

"Echo of Indonesian Victory has reached Europe!

Congratulations to the champions and their coach for these amazing successes!

The future looks bright....

Marc Deschamps."

Ya benar kata Prof. Deschamps, kita punya harapan....

(Prof. Yohanes Surya)

BONUS :

Jenius adalah satu persen ilham

  Dan sembilan puluh sembilan persen keringat

(Thomas Alva Edison)

Selengkapnya......
Diposting oleh Faiz di 10.44 0 komentar