Latest news
Orang rendahan dan orang terhormat
Jumat, 25 Juli 2008
Seoarang teman memberikan link ke wawancara Eni Kusuma, seorang TKW cerdas yang sukses mentransformasi diri menjadi penulis. Ada satu kalimat yang membuat saya terhenyak, ketika dia ditanya tentang profesi pembantu rumah tangga yang lekat dengan konotasi rendahan dan tidak berpendidikan:
Banyak orang-orang dari profesi “terhormat” yang merugikan orang lain dan negara. Sebaliknya, tidak sedikit orang-orang dari profesi “rendahan” yang berguna bagi orang lain dan negara. Kami, para pembantu, tertawa saja melihat ulah birokrasi yang merugikan dan mempersulit kami. Padahal, semuanya bisa dipermudah. Atau sebagai orang miskin, kami geli dengan anggota dewan yang terhormat, protes atau demo karena diminta untuk mengembalikan uang rapelan.
Sekarang jelas bukan, siapa yang berpendidikan apa? Siapa yang lebih miskin? Siapa yang merasa lebih “rendah” gajinya?
Ini mengingatkan saya dengan tulisan saya sebelumnya tentang prilaku miskin.
Wawancara lengkapnya disini
